To understand yourself better, you can seek by defining who your heroes are. The best part of them will mirror in you. If you want to be a legend, around yourself with legends. And someday - if you have fought hard enough with all the passion in your heart - you will become one of them. At that day, you will never be the same again.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Petakumpet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petakumpet. Tampilkan semua postingan
2012/04/19
A Legend Inside You
To understand yourself better, you can seek by defining who your heroes are. The best part of them will mirror in you. If you want to be a legend, around yourself with legends. And someday - if you have fought hard enough with all the passion in your heart - you will become one of them. At that day, you will never be the same again.
2012/03/17
Saya Terlalu Banyak Berbicara
Awalnya, setahun terakhir saya merasa lebih banyak bicara daripada berkarya. Saya memang tetap berkarya. Saya tetap berusaha profesional. Tapi saya merasa output kreatif yang saya hasilkan belum mencapai tahapan hebat. Sekali lagi, slogan itu menghantam saya sendiri: Good is not enough!
Jangan-jangan karena saya mulai terjebak rutinitas. Jangan-jangan karena saya mulai merasa nyaman dengan kondisi keseharian saya sendiri. Jangan-jangan... Karena saya terlalu banyak bicara.
Refleksi saya pada apa yang saya lakukan sepanjang 2011 kemarin menunjukkan ketidakefektifan saya dalam memanfaatkan waktu saya yang memang terbatas ini.
Gawat!
Kesadaran seperti inilah yang tercetus di kepala saya saat mulai memikirkan untuk melakukan perjalanan ini: menjelajahi 40 kota dalam 40 hari untuk berbagi, berdiskusi, bersilaturrahim, bercengkerama membincangkan hal-hal apa saja untuk memajukan negeri ini. Dengan siapapun yang saya temui dalam perjalanan ini.
Pada 2011, bekerja sebagai Managing Director di Petakumpet – perusahaan kreatif yang saya dirikan bersama teman-teman Diskomvis ISI1994 – adalah tanggung jawab utama saya. Di sela-sela kesibukan itu, saya sebisa mungkin mencoba memenuhi undangan dari beberapa pihak untuk sharing, tukar menukar pengalaman, seminar, workshop tentang kreativitas, entrepreneur, creativepreneur, creative giving, hal-hal yang main idea-nya adalah kreatif. Sepanjang 2011 itu, setidaknya saya melakukan presentasi rata-rata 4-6 kali sebulan, sekitar 50an kali setahun, di banyak tempat di negeri ini.
Saya mulai dikenal sebagai pembicara kreatif. Bahkan dianggap motivator (duh!). Bahkan diminta menjadi khotib Jumatan. Menjadi mentor bisnis. Menjadi coach presentasi. Menjadi apapun, yang intinya saya harus berbicara di depan banyak orang. Melihat ke belakang, saat saya SD lalu SMP, dimana saya menderita gagap alias sulit bicara di depan umum: ini adalah keajaiban yang nyata buat saya. Sungguh!
Tapi ketika saya mulai memikirkan dengan tenang: ternyata menjadi pembicara tidak pernah menjadi impian saya yang terbesar. Saya gali lebih dalam lagi – jika Allah mengijinkan – saya lebih ingin dikenal sebagai kreator. Sebagai orang yang menghasilkan karya-karya yang hebat. Sebagai pencipta. Bukan sebagai pembicara. Apalagi motivator.
Berbicara itu – dari pengalaman saya setelah lebih dari 300 kali presentasi – bukanlah hal yang sulit. Selama kita menggeluti dan menjalankan apa yang kita bicarakan, semuanya akan mengalir lancar. Permasalahannya adalah, ternyata hal-hal hebat di luar berbicara itu mulai jarang saya lakukan. Waktu saya tersita untuk mengurusi hal-hal regular di kantor, terbang kesana-kemari bertemu klien atau memenuhi undangan, brainstorm dengan tim kreatif untuk menghasilkan iklan yang mahal tapi agak kompromis, hal-hal seperti itu. Saya merasa kurang syarat untuk hanya membicarakan hal-hal yang sama, award yang itu-itu juga, cerita-cerita tentang kesuksesan masa lalu.
Lalu muncullah pemikiran ekstrem ini: bagaimana jika saya puasa untuk tidak berbicara dulu dengan publik dalam waktu tertentu. Hanya untuk fokus pada minat utama saya: menjadi kreator. Saya kira itu ide menarik. Saya merasa excited.
Tapi saya melihat lagi fenomena yang sedang berlangsung progresif di negeri ini: kreativitas sedang menjadi primadona. Ekonomi kreatif sedang ngebut membangun pondasi pengembangannya, bahkan dengan mendirikan kementerian sendiri. Jika saya menarik diri di titik ini, tiba-tiba saya merasa bersalah.
Selama ini, kalau kita bicara tentang kreativitas, yang paling sering mendapat porsi adalah teman-teman yang berada di kota besar, utamanya di ibukota propinsi. Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, dst. Tapi teman-teman di kota-kota yang size dan aksesnya lebih kecil, jarang mendapatkan porsi untuk bisa mengenal, memahami dan memanfaatkan gelombang baru yang bernama ekonomi kreatif ini. Padahal, di era serba internet seperti sekarang: semua fasilitas online yang menghubungkan ujung jari kita dengan seluruh informasidi dunia sudah banyak tersedia.
Teman-teman di kota-kota kecil itu - termasuk Rembang, kota kelahiran saya - hanya memerlukan api kecil untuk menyalakan passion. Memantapkan keyakinan. Menghidupkan mimpi. Membaca peluang yang berseliweran. Mereka adalah orang-orang cerdas dan pekerja keras yang hanya perlu ditemani, untuk bergerak merangkai masa depan dari tempatnya berpijak. Menjadi sukses dan berakar di tempatnya sendiri, tak berkiblat ke Jakarta, London, New York atau kota-kota besar lainnya. Karena jamannya, telah memungkinkan itu semua terjadi.
SBY dari Pacitan. Boediono dari Blitar. Soekarno dari pinggiran Surabaya. Jokowi dari Solo. Wahyu Aditya dari Malang. KH Mustofa Bisri dari Rembang.
Harus ada yang bergerak untuk menumbuhkan bintang-bintang baru, yang mampu bertahan dari kemilau ibukota. Berjuang habis-habisan untuk sukses di kotanya masing-masing. Agar negeri ini bisa maju serempak, tidak hanya terpusat pergerakannya. Jika pemerintah begitu sibuknya sehingga tak melihat ruang-ruang kosong ini, saya memilih tidak menyalahkan. Saya memilih untuk bergerak. Jika memungkinkan, bekerjasama tentu akan jauh lebih baik.
Jadi, beginilah deal-nya: saya akan melunasi hutang saya untuk semampu saya berkontribusi membangun fondasi mindset - character building kalo kata Bung Karno - dengan berkeliling di 40 kota selama 40 hari berturut-turut untuk melaksanakan Creative Sharing dan Creative Giving.
Mengapa 40 hari?
Entahlah, saya hanya merasa angka 40 itu menyimpan aura spiritual. Dan saya pernah belajar, jika ingin menanamkan sebuah habit (kebiasaan) tertentu, minimal membutuhkan waktu 40 hari sebagai pondasinya. Pengen membiasakan Sholat Tahajud, cobalah merutinkannya dalam 40 hari. Pengen ahli menulis, cobalah menulis setiap hari selama 40 hari. 40 hari adalah pondasi. Semacam syarat untuk sukses setelah melewati jam terbang 10.000 jam ala Malcolm Gladwell di Outliers.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_jDXHO-sQFew32tAl7LdP6Oh4LopXchuD6pk8cN_bd4pr8Niixw9v_uhs5uECxkSAttQgVQBm-53GCQDulSX9dkIX1DmOe_-wJfM_yETU147wBznrREYWfVEjPyMnhqLA8IJzmBSRRjY-/s1600/malcolm_gladwell_outliers-796414.jpg
Jadi setiap hari akan ada 2 kegiatan sekaligus yang saya lakukan di setiap kota: Creative Sharing dengan komunitas kreatif, kampus atau umum dengan EO profesional. Dan setelahnya atau sebelum acara itu – di hari yang sama – melaksanakan acara Creative Giving: berbagi dengan teman-teman di panti asuhan, anak-anak yatim, mereka yang kekurangan. Acaranya bisa berupa penyampaian bantuan, nonton film bareng, seminar gratis, pengajian bersama, apa saja yang sesuai dengan kontekstual permasalahan yang kita temui di kota tersebut. Akan menarik juga jika Creative Giving ini bisa bekerjasama dengan teman-teman di Akademi Berbagi, Tangan Di Atas, Pagi Berbagi, Sedekah Rombongan atau komunitas-komunitas berbasis kebaikan yang lain.
Setelah berembug dengan Mas Iqbal dan teman-teman Rekarupa yang mempunyai idealisme yang sama besarnya untuk bergerak memajukan negeri ini lewat pemberdayaan anak-anak bangsa, disusunlah sebuah rangkaian acara yang bertajuk ‘Berbagi Ide Segar’, 20 Mei – 29 Juni 2012 melewati 40 kota se-Jawa Bali. Acara ini juga melibatkan Koperasi Kreatif Bebarengan yang didirikan oleh teman-teman di Petakumpet yang akan menyiapkan merchandise dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang ingin memperkenalkan produk-produk kreatifnya ke 40 kota.
Bagimana dengan kota-kota yang tidak dilewati perjalanan ini, Mas?
Nah, itu juga jadi concern saya. Jika kota Anda tidak dilewati dan jaraknya tidak terlalu jauh, saya sarankan untuk datang. Beberapa kota mungkin bertiket, beberapa mungkin gratis tergantung kerjasama dengan EO lokalnya. Tapi jika tidak memungkinkan juga - misalnya untuk yang di Kalimatan, Sumatera dan luar pulau lainnya - teman-teman di Rekarupa sudah menyiapkan website khusus untuk acara ini - tunggu launching-nya - yang berisi laporan perjalanan dan liputan, serta live streaming acaranya. Agar gaung dan spiritnya menyebar ke seluruh negeri.
Kembali ke pemikiran awal saya di atas, setelah acara ini saya akan puasa berbicara di depan publik sampai akhir tahun, 31 Desember 2012. Bukan karena apa-apa, tapi saya merasa inilah hal yang harus saya lakukan jika saya mau fokus menggapai cita-cita. Inilah konsekuensi pilihan yang harus saya ambil, walaupun itu sulit. Jadi – dengan segala hormat - jika ada teman-teman yang merencanakan untuk mengundang saya di 2012 ini: mohon disesuaikan jadualnya dengan kunjungan saya di kota-kota yang telah saya tuliskan ini. Insya Allah cara-cara untuk bekerjasama dengan EO utama acara ini (Rekarupa) akan diumumkan segera, minggu depan.
Saat saya berpuasa bicara setelah perjalanan 40 hari ini, fokus saya akan tertuju pada rencana IPO (Initial Public Offering) PT. Petakumpet Creative Network pada 2015 besok, 3 tahun sejak sekarang, saat saya berusia 40 tahun. Masih banyak kekurangan yang harus saya dan tim di Petakumpet perbaiki untuk menuju IPO tersebut, sebagai salah satu milestone mewujudkan impian tergila untuk menjadi The Most Admired Company in The World pada tahun 2020.
Apakah impian itu akan menjadi kenyataan? Saya tak tahu. Saya dan tim saya di Petakumpet hanya bisa berdoa, berupaya sekeras mungkin. Melakukan hal-hal yang bisa kami lakukan dengan cara-cara yang terbaik dan tidak memusingkan hal-hal yang tidak atau belum bisa kami lakukan saat ini. Saya percaya, jika kami memiliki cukup keyakinan untuk terus melangkah, Tuhan akan tunjukkan jalan-Nya. Dan seringkali pula, Dia akan siapkan pertolongan dari arah yang tak pernah kita sangka-sangka.
Saya perlu menceritakan ini semua – utamanya sebagai cermin bagi diri saya sendiri – sekaligus sebagai penjelasan awal kepada teman-teman sekalian karena saya akan sangat membutuhkan dukungan, bantuan dan kerjasamanya untuk acara yang akan kami lakukan dalam waktu yang tidak lama lagi ini.
40 hari perjalanan mengelilingi pulau Jawa dan Bali – sambil tetap menjalankan tugas utama saya sebagai CEO Petakumpet secara mobile – adalah tantangan yang menarik sekaligus menggairahkan. iPad dan Blackberry akan menjadi mobile office saya selama perjalanan ini, sekaligus sebagai beta tester sistem manajemen baru bagi Petakumpet di masa depan.
Dan ah ya, selama perjalanan 40 hari itu saya mungkin juga akan jarang bertemu keluarga kecil yang saya cintai sepenuh-penuh hati saya. Buah hati saya Alia (4 bulan) yang sedang lucu-lucunya dan ibunya yang sedang imut-imutnya. Karena merekalah saya bersedia melakukan hal-hal beresiko seperti ini. Sebagai suami dan ayah, saya mungkin berbeda daripada kebanyakan suami dan ayah yang lain yang bisa tertib menjalani kewajibannya setiap hari berada di rumah. Jika pun saya tidak bisa selalu hadir di sisi orang-orang yang saya cintai, saya ingin selalu hadir di hati mereka, dimanapun saya berada. Karena saya membawa cinta itu di hati saya - selain membawa fotonya di BB dan dompet - kemanapun saya pergi.
Semoga Tuhan menemani perjalanan ini. Juga perjalanan Anda sekalian, teman-teman saya dalam menggapi impian masing-masing. Se-absurd apapun impian itu, semustahil apapun kelihatannya. Mustahil kan bahasa kita, manusia yang penuh keterbatasan. Tapi bersama-Nya: tak ada yang tak mungkin.
People with passion can change the world
Steve Jobs
Inilah yang ingin saya lakukan. Mengubah dunia dengan impian dan tindakan-tindakan kecil, tapi didasari keyakinan. Dan konsistensi. Bukan karena mengikuti trend atau pendapat orang, tapi karena mempercayai suara hati. Dengan keyakinan ini, melangkah akan ringan. Resiko – sebesar apapun – akan tenang untuk dijalani.
Bismillah, mohon doanya untuk langkah awal ini. Semoga kita bisa berjumpa di kota-kota yang saya dan tim akan kunjungi. Insya Allah…
2012/02/27
New TVC Walini
Advertising Company: Petakumpet | Creative Director: Dedy Rokkin Visual | Art Director: Teddy Indra | Copy Writer: Husni Muarif | Film Director: Iman Brotoseno | DOP: Yadi Sugandhi | Production House: Orange Waterland
2011/06/15
2011/05/09
Prestasi dalam Keterbatasan
Karena uang koin yang Anda sisihkan, anak-anak kurang mampu dapat terus bersekolah demi masa depannya.
Salurkan bantuan Anda melalui Coin Collecting Day Yogyakarta Coin A Chance!
di Bentara Budaya Yogyakarta, Senin 2 Mei 2011 pukul 19.00 WIB atau ditransfer ke BRI Cab. Yogyakarta no. 0029-01-002025-53-3 a/n Alluisius Dian Hartanto.
Salurkan bantuan Anda melalui Coin Collecting Day Yogyakarta Coin A Chance!
di Bentara Budaya Yogyakarta, Senin 2 Mei 2011 pukul 19.00 WIB atau ditransfer ke BRI Cab. Yogyakarta no. 0029-01-002025-53-3 a/n Alluisius Dian Hartanto.
2011/04/19
Kado Untuk Pembersih Negeri
Keluarga Besar Petakumpet akan membagikan bingkisan senilai @ Rp 50.000,- kepada Saudara-saudara kita yang setiap hari mengangkut sampah, menyapu jalan, membersihkan fasilitas umum, dimulai 1 Mei 2011.
Untuk teman-teman yang ingin ikut berbagi, kami tunggu sampai 28 April 2011 jam 15.00 WIB. Silakan ditransfer ke: Rek. Petakumpet Creative Giving
Bank Mandiri No. 1370006999359 an. Rizal Osakananto, konfirmasi atas transfer mohon bisa sms ke Rizal 087838950222.
2011/04/15
Dicari: Orang Baik
Dalam kisaran 5 tahun terakhir sejak 2006, gerakan bersama anak-anak muda negeri ini untuk menggaungkan kreativitas dan menggiatkan creative economy yang berbasis creative industry, Alhamdulillah menemukan momentumnya. Gerakan industri kreatif ini makin terakselerasi karena dukungan luar biasa oleh beberapa institusi seperti Kementerian Perdagangan, British Council Indonesia dan juga gerakan-gerakan berbasis kemandirian lainnya yang tersebar di pelosok negeri ini. Bola salju itu menggelinding, makin membesar hari demi hari.
Lahirlah ikon-ikon industri kreatif Indonesia: Wahyu Aditya (Hellomotion), Ridwan Kamil (Urbane), Yoris Sebastian (OMG), Dicky Sukmana (Suave Magz), Ayip Budiman Bali (Chairman ADGI, Matamera), Enda Nasution, Andi Boediman, Djoko Hartanto (Concept Magz), Singgih Kartono (Magno) dan masih banyak lagi.
Kreativitas kini mulai lebih diapresiasi dan bahkan telah menjadi salah satu pintu solusi untuk memajukan bangsa dan negeri ini. Tapi perjalanan yang sesungguhnya belumlah selesai, bahkan baru saja dimulai.
Sejak membaca buku David Berman DO GOOD DESIGN, saya merasa upaya untuk mentransform orang biasa menjadi kreatif saja belum cukup. Creative thinking doang belum mampu menjawab semua problem.
Kita harus balik lagi ke fondasi yang paling mendasar, yang mendasari tumbuhnya kreativitas. Yaitu bagaimana agar kita semua di negeri ini memulai aktivitas kita sehari-hari dengan niat untuk menjadi orang baik. Alias tidak jadi orang jahat. Mengutip kredonya Google: DON'T BE EVIL!
Kita harus balik lagi ke fondasi yang paling mendasar, yang mendasari tumbuhnya kreativitas. Yaitu bagaimana agar kita semua di negeri ini memulai aktivitas kita sehari-hari dengan niat untuk menjadi orang baik. Alias tidak jadi orang jahat. Mengutip kredonya Google: DON'T BE EVIL!
Inilah sesungguhnya akar permasalahan yang membuat bangsa ini makin terpuruk. Lihat kualitas EQ anggota DPR kita, lihat pemerintah kita, lihat gunungan kasus yang makin menggunung, lihat kemenangan-kemenangan aneh para mafia, lihat PSSI, lihat penyanderaan kapal di Somalia, lihat bom yang meledak di masjid, lalu lihatlah cermin di depan kita: mengapa negeri ini jadi absurd begini?
Banyak orang pintar, banyak orang kaya, banyak orang berkuasa, banyak orang kreatif, tapi sedikit sekali orang baik.
Harapan saya dalam 4 tahun ke depan, saat usia saya Insya Allah menginjak angka 40 tahun, gerakan untuk menambah jumlah orang baik di negeri ini mulai menunjukkan hasilnya. Tapi tentu ini tugas berat yang tak bisa dikerjakan sendiri. Gerakan ini membutuhkan energi besar dari anak-anak muda negeri ini untuk mendobrak kepalsuan-kepalsuan, membongkar konspirasi, meletakkan lagi lembaran putih untuk mendasari masa depan Indonesia yang lebih baik.
Mewujudkan GOOD dalam arti tidak jahat dan GOOD dalam arti achievement (pencapaian).
Mewujudkan GOOD dalam arti tidak jahat dan GOOD dalam arti achievement (pencapaian).
Jadi jangan hanya jadi orang kreatif ya, jadilah orang baik. Yang paling top: jadilah orang baik yang kreatif. Anda akan dicari oleh kesempatan, rejeki, kekuasaan, jika memenuhi kriteria ini. Serius, saya garansi.
So BE GREAT! Coz good is not enough!
Mari berjuang bersama. Salam :)
Image from :
Wahyu Aditya https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijO8aiMTbiztK5EzQxs9Eyexb0ReYjcTFsYK2yznyLe8rGiU1e0xJQRcGEWOwcp-RX_mdqViV1DxAw3jxitHFiYf66Qnz39-sRIXukQG-uESW1_QJS7JtFSqL9c3dlukrjCf1UjZij4Pc/
Yoris Sebastian http://d.yimg.com/gg/u/faf1c3fad48736b1928f37d0af4a092045ef811e.jpeg
Do Good http://www.selectism.com/news/wp-content/uploads/2009/12/dogooddesign-front.jpg
2011/01/06
2010/10/13
Wedangan #3 Bareng ADGI Jogja
WEDANGAN creative sharing, creative giving yang telah lama dinantikan, akhirnya datang juga.
Creative event garapan ADGI YOGYAKARTA CHAPTER dan dilaksanakan oleh Rekarupa Unconventional Media Specialist yang akan datang telah masuk pada edisi ketiga.
Marsudi atau Jendral Mukidevic yang lebih akrab dengan sapaan “lik di” (creative director) dan Junno Mahesa (Marketing Communication Officer) PT. Aseli Dagadu Djokdja akan berbagi mengenai pengalaman mereka menjelajahi industri kaos (T shirts). Dengan bermodalkan ide dan kreatifitas kemudian disulap menjadi sebuah produk komersial yang laku keras dipasaran baik di Yogyakarta maupun di Indonesia. “HOLOPIS KUNTUL BARIS Mendulang Gagasan nggak Habi-habis” itulah judul yang mereka pilih. Acara tersebut akan diselenggarakan pada Jum’at 22 Oktober 2010 di Dreamlab Building PT. Petakumpet, Jl. Kabupaten No. 77B, Sleman, Yogyakarta.
Konsep yang dibawa tetap yaitu sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi mereka para profesional senior industri kreatif khususnya desain grafis dan media belajar mempresentasikan karya, ide dan gagasan bagi para junior desainer grafis. Belajar menghargai profesi yang kita cintai, hal itulah yang menjadi alasan kuat penyelenggara memberi kesempatan kepada hadirin untuk memenuhi kotak amal yang tersedia, isi dari kotak tersebut akan dibagi empat dengan perincian:
25% untuk pembicara sebagai penghargaan atas apa yang telah dibagi/sampaikan,
25% untuk meyediakan sedikit konsumsi saat acara berlangsung,
25% untuk penyelenggara yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mengurus acara ini dan
25% disisihkan untuk pelaksanaan creative giving (penyampaian amal secara kreatif/bersedekah dengan material produktif bukan material konsumtif).
Marsudi atau Jendral Mukidevic yang lebih akrab dengan sapaan “lik di” (creative director) dan Junno Mahesa (Marketing Communication Officer) PT. Aseli Dagadu Djokdja akan berbagi mengenai pengalaman mereka menjelajahi industri kaos (T shirts). Dengan bermodalkan ide dan kreatifitas kemudian disulap menjadi sebuah produk komersial yang laku keras dipasaran baik di Yogyakarta maupun di Indonesia. “HOLOPIS KUNTUL BARIS Mendulang Gagasan nggak Habi-habis” itulah judul yang mereka pilih. Acara tersebut akan diselenggarakan pada Jum’at 22 Oktober 2010 di Dreamlab Building PT. Petakumpet, Jl. Kabupaten No. 77B, Sleman, Yogyakarta.
Konsep yang dibawa tetap yaitu sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi mereka para profesional senior industri kreatif khususnya desain grafis dan media belajar mempresentasikan karya, ide dan gagasan bagi para junior desainer grafis. Belajar menghargai profesi yang kita cintai, hal itulah yang menjadi alasan kuat penyelenggara memberi kesempatan kepada hadirin untuk memenuhi kotak amal yang tersedia, isi dari kotak tersebut akan dibagi empat dengan perincian:
25% untuk pembicara sebagai penghargaan atas apa yang telah dibagi/sampaikan,
25% untuk meyediakan sedikit konsumsi saat acara berlangsung,
25% untuk penyelenggara yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mengurus acara ini dan
25% disisihkan untuk pelaksanaan creative giving (penyampaian amal secara kreatif/bersedekah dengan material produktif bukan material konsumtif).
Monggo silakan hadir berombongan, semoga manfaat untuk masa depan Anda, membuatnya lebih cerah lagi penuh berkah :)
2010/10/05
Petakumpet: @pbjogja adalah Event yang Luar Biasa
Desain iklan yg menarik merupakan salah satu hal yang menentukan kesuksesan suatu acara. @pbjogja 2010 sangat beruntung berpartner dengan advertising agency yang sangat tepat, Petakumpet. advertising agency ini adalah The Most Creative Local Agency yang telah memenangi 89 award nasional.
M. Arief Budiman, Managing Director Petakumpet mengatakan, “Sebenarnya tak ada konsep serius dalam mendesain pekerjaan kreatif untuk pesta blogger jogja yang puncaknya berlangsung pada 9 oktober nanti. kita hanya menerjemahkan tema pbjogja 2010 aja, jadi bagaimana mentransformasikan kekuatan budaya lokal jogja ke masa depan dengan tools media online”.
Laki-laki yang biasa dipanggil Arief yang mengaku blogger ini mendukung acara pesta blogger jogja 2010 karena pbjogja adalah event yang luar biasa. pbjogja 2010 digawangi anak-anak muda yang berorientasi masa depan dan menggunakan media online.
Namun secara serius ia mengatakan, tujuan utamanya berpartisipasi di pbjogja ia ingin bersilaturrahim dengan para blogger. Utamanya karena ia ngefans dengan @hermansaksono (Ketua Pesta Blogger Jogja 2010). “Ia guru blogger saya, “tambahnya.
Petakumpet saat ini merupakan agency iklan terbesar di kota pelajar itu. Kesuksesan Petakumpet bukan tiba-tiba. namun melalui proses yang panjang. petakumpet berdiri pada pada 1 Mei 1995. Sebenarnya petakumpet adalah nama angkatan ‘94 Diskomvis FSR ISI Jogja. Menurut Arief, nggak ada konsep tertentu, nama itu dipilih karena unik, lucu, different. Banyak nama yang lebih gagah sebetulnya, tapi tak seunik Petakumpet. Saat jadi perusahaan, pemakaian nama Petakumpet itu adalah sebuah penghormatan pada sejarah.
Waktu itu semua “member” komunitas masih berstatus mahasiswa. Petakumpet saat itu baru memproduksi stiker, sablon, poster, spanduk, dan komik. Karena saat itu belum ada social media, publik mengenal petak umpet pelan-pelan dari mulut ke telinga. komunitas terus berkembang. maka pada september 1999, lima orang member-nya: Itok, Arief, Eri, Yudi, dan Bagoes, sepakat mengubah komunitas tersebut menjadi perusahaan yang berbadan hukum.
Perubahan signifikannya, mulai ada aturan main, prosedur kerja, job descriptions dan gaji yang jelas. Dengan hanya bermodal dua komputer 386 DX, satu scanner, satu printer, dan sebuah kompresor, markas dipindah dari pakuncen ke rumah yang harus ditempuh melewati gang sempit di daerah sorowajan.
Tak hanya advertising, petak umpet sampai sekarang mengerjakan hal yang berhubungan dengan illustration dan multimedia. Arief yang punya akun twitter: @mybothsides tersebut menganggap bisnis ide adalah bisnis yang paling murah karena tak harus mengeluarkan modal rupiah.
Namun sekarang @petakumpet telah berkembang begitu pesat. Dari awalnya 12 institusi dan personal, kini lebih dari 350 klien. Petakumpet juga sudah memiliki dua kantor besar di sleman, jogja, dan di bellagio boutique mall, mega kuningan, jakarta. Ini berkaitan dengan komitmennya untuk memberikan yang terbaik buat kliennya. Seperti tampak pada banner di webnya, semurah apapun, iklan jelek tetap lebih mahal ketimbang iklan yang baik.
Selain sibuk aktif mengurus bisnis, petakumpet juga mempunyai program petakumpet creative giving berupa Parcel on The Street. ini merupakan kegiatan sosial dengan membagi-bagi parcel kepada anak-anak jalanan. seperti yang dilakukan sekarang ini.
Mengenai program ini Arief menceritakan begini, “Kegiatan tersebut diawali dari konsep bahwa rejeki itu Tuhan yg punya. Daripada hanya kirim parcel ke klien dan pejabat, sebaiknya dikirim aja ke saudara-saudara kita di jalanan yang mungkin belum pernah terima parcel seumur hidupnya. Karena Tuhan bilang, jika engkau ingin ditolong Tuhan maka tolonglah saudara-saudaramu yang lebih susah”.
Perbincangan via instant messanger ini sempat terputus dua kali karena ia sangat sibuknya.
*Artikel di atas berasal dari sini.
2010/09/22
Berbagi Amplop Rejeki
View more presentations from M. Arief Budiman.
Ini adalah program untuk secara kecil-kecilan mencoba mengurangi jumlah para pengemis di negeri ini, utamanya yang menjadikan mengemis sebagai profesinya, karena keterdesakan kurangnya harta atau karena malas tidak mau bekerja yang lain. Sedangkan untuk pengemis berdasi, biarlah KPK dan kepolisian yang urus saja, program ini tidak mengarah ke sana.
Ide awalnya berasal dari pembicaraan antara teman-teman di Petakumpet, Rekarupa (Iqbal, Rahmat) dan Mas Bram Satya (Lunar).
Ide awalnya berasal dari pembicaraan antara teman-teman di Petakumpet, Rekarupa (Iqbal, Rahmat) dan Mas Bram Satya (Lunar).
Oya, sekali lagi target audiens yang disasar adalah: pengemis, baik asli maupun tiban.
Program ini bertujuan mengubah mindset dari pola pikir miskin menjadi berpola pikir kaya. Dari kebiasaan meminta menjadi memberi.
Intinya: daripada ngasih duit doang ke pengemis yang tidak mendidik, dengan ini dikasih bonus pemahaman sederhana tentang manfaat memberi dan mencari rezeki dengan cara yang benar.
Kita siapin beberapa Amplop Rejeki di dashboard mobil sehingga bisa dibagikan di lampu merah, saat Sholat Ied, saat selesai Jumatan, saat di pasar, dimana saja kita melihat Saudara-saudara kita yang perlu diperbaiki mental dan pola pikirnya dalam mencari rezeki.
Tingkat keberhasilan program ini seperti apa? Jika kita berikan 10 amplop, Insya Allah 1 atau 2 orang yang tergerak hatinya untuk mulai berfikir ulang tentang pekerjaannya mengemis itu sudah cukup. 1 orang pengemis saja mau mulai memberi lima ratus rupiah pada kawannya sesama pengemis itu modal awal yang cukup. Tentu, program ini akan ada kelanjutannya lagi.
Program ini telah mulai dijalankan di akhir Ramadhan 1431 H kemarin, saat Lebaran maupun setelahnya. Program ini pun terus dilanjutkan karena para pengemis masih banyak di sekitar kita.
Desain ini juga silakan disebarkan seluas mungkin, sebanyak-banyaknya, oleh siapapun yang tertarik untuk sama-sama berjuang menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang gemar berbagi, bukan bangsa dengan mental peminta-minta. Tak perlu sebutkan sumbernya, desainer awalnya, konseptornya, tak perlu. Ini semacam software Linux, biarlah menggelinding bagai bola salju menebarkan kebaikan. Mau kasih nama perusahaan, merk atau apapun di materi amplopnya juga boleh, it's freedom to do good things.
Demikian, mohon masukan, kritikan untuk perbaikannya. Dan mari bekerjasama untuk melakukan hal-hal yang baik, mewujudkan Rahmatan lil 'Alamiin.
2010/08/30
2010/08/23
2010/08/20
WEDANGAN Creative Sharing #2
WEDANGAN creative sharing, creative giving adalah acara yang dimotori oleh ADGI Jogja.
Sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi mereka para profesional senior industri kreatif khususnya desain grafis dan media belajar mempresentasikan karya, ide dan gagasan bagi para junior desainer grafis. Belajar menghargai profesi yang kita cintai, hal itulah yang menjadi alasan kuat penyelenggara memberi kesempatan kepada hadirin untuk memenuhi kotak amal yang tersedia, isi dari kotak tersebut akan dibagi empat dengan perincian, 25% diberikan kepada pembicara dengan tujuan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya tanpa melihat nominal yang didapatkan, 25% untuk meyediakan sedikit konsumsi saat acara berlangsung, 25% untuk penyelenggara yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mengurus acara ini dan 25% disisihkan untuk pelaksanaan creative giving (penyampaian amal secara kreatif).
Buat yang mau belajar kreatif sambil beramal, silahkan membawa bekal seikhlasnya
Buat yang mau belajar kreatif sambil beramal, silahkan membawa bekal seikhlasnya
2010/08/15
2010/07/14
2010/07/13
2010/06/06
PERF9CT10NIST Petakumpet Online Exhibition
Bukan karena semua karya yang ditampilkan di pameran online ini perfect maka judul pamerannya jadi PERF9CT10NIST. Bukan juga karena tanpa kekurangan, tanpa cela, tanpa kritikan. Apa yang hadir dalam pameran ini semata-mata lahir dari hasrat yang terus menerus untuk mengejar kesempurnaan. Itulah PERF9CT10NIST.
Dalam ketidaksempurnaan itulah justru menyala semangat untuk makin dekat dan makin dekat pada yang sempurna. Semacam utopi yang diperjuangkan tanpa henti, bagai Icarus yang terbang menuju matahari.
Dari semua karya yang ditampilkan, separuhnya adalah karya Petakumpet yang dikerjakan secara teamwork, separuhnya lagi adalah upaya creative development dari masing-masing personil untuk mengembangkan sense of creative-nya, sense of art-nya. Sinergi antara individual achievements dan team achievements inilah yang coba dikolaborasikan menjadi simfoni yang semoga bisa meninggalkan makna, tak cuma visual semata.
Selamat menikmati PERF9CT10NIST. Karena tingkatan baik saja – bagi kami – tak pernah cukup. Good is not enough.
Mulai 7 Juni 2010, DGI bekerjasama dengan Desainer-desainer Petakumpet mengadakan pameran karya-karya team dan personal secara online. Silakan kunjungi Petakumpet online exhibition PERF9ECT10NIST
2010/03/14
Yuk Berbagi Dengan Hati

Untuk teman-teman yang ingin bergabung dan berbagi kebersamaan (sedekah) dengan saudara-saudara kecil kita yang membutuhkan, kami tunggu sampai Kamis 18 Maret 2010 jam 12.00 WIB. Silakan ditransfer ke: Rek. BCA an. Nuraini 4450676506, konfirmasi atas transfer mohon bisa sms ke Rizal 081328383388.
Langganan:
Postingan (Atom)










































