To understand yourself better, you can seek by defining who your heroes are. The best part of them will mirror in you. If you want to be a legend, around yourself with legends. And someday - if you have fought hard enough with all the passion in your heart - you will become one of them. At that day, you will never be the same again.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Ideas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ideas. Tampilkan semua postingan
2012/04/19
A Legend Inside You
To understand yourself better, you can seek by defining who your heroes are. The best part of them will mirror in you. If you want to be a legend, around yourself with legends. And someday - if you have fought hard enough with all the passion in your heart - you will become one of them. At that day, you will never be the same again.
2010/12/12
A Ding in The Universe
Berfikir bahwa engkau akan mengubah dunia, lalu menghidupkan siang dan malammu untuk mengejar itu, belum bisa jadi jaminan bahwa engkau akan mencapainya di ujung umurmu.
Seringkali orang-orang besar yang mengubah dunia, melakukannya tanpa niat yang besar, mereka menggelinding begitu saja mengikuti kata hatinya, melakukan apapun yang mereka lakukan dengan suka cita lalu... Bummm!!! Dunia pun berubah karena hal-hal kecil yang mereka lakukan.
The Social Network, sebuah film karya sutradara favorit saya David Fincher (Se7en, Fight Club, The Curious Cae of Benjamin Button, dll.) tidak lebih tidak kurang, menggambarkan kebetulan-kebetulan seperti itu. This a recommended movie if you have dreams to change the world.
Kalau balik lagi ke beberapa puluh tahun silam saat fajar industri komputer menjelang, Apple Computer dan Microsoft-pun melewati fase yang sama. Juga Starbucks, lalu Google, yang termutakhir Twitter. Benar bahwa sungguh sangat penting untuk berfikir besar - seperti kata Steve Jobs - to put a ding in the universe - tapi apa yang kemudian sungguh-sungguh mengubah dunia ini dengan kehadiran pemikiran dan tindakan kita adalah sesuatu yang sangat sederhana.
Percayalah pada keyakinan yang terdalam di hatimu. Lalu berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya.
2010/01/28
2009/03/23
Join 8th INS.IDE
Atas undangan Mas Eric dari Thinking Room, Insya Allah saya akan hadir untuk presentasi 10 menit tentang sebuah topik yang masih saya rahasiakan. Pesan Panitia, topik yang saya bawakan bebas, terserah mau presentasi apaan aja. Cool! Peraturannya hanya waktu present-nya 10 menit. Presentasi ini akan di-record dan semoga hasilnya bisa di-upload ke web sehingga bisa diakses lebih banyak orang. Bersama saya akan presentasi juga: Bernhard Subiakto, Hanung Bramantyo (sutradara hebat), Anton Ismail (fotografer hebat), juga Ramya Prajna S. & Anantya. Buat teman-teman yang mau join, berikut informasinya. Insya Allah seru deh!




2008/05/12
Tidak Usah Kuliah
Ini bukan saran yang nyaman dibaca, terutama buat yang mampu kuliah. Ya kemampuan berfikirnya, ya kemampuan finansialnya, ya dukungannya dari keluarga.
Tapi ini adalah kabar gembira buat adik-adik kelas saya yang kebingungan mencari tempat kuliah. Yang daftar UMPTN (eh, sekarang apa namanya?) tapi gagal, yang kesulitan bayar uang gedung atau sumbangan ini itu. Yang merasa tersingkirkan karena teman-teman sebayanya kuliah semua, meskipun universitasnya mungkin juga gak jelas. Yang murung, bingung, malu pergi kemana-mana karena tak punya kampus yang bisa dibanggakan. Oya, ini juga saran yang berbahaya: orang tua yang tak siap mental untuk berubah bisa stres membacanya.
Saran ini memang berasal dari orang yang kuliahnya lulus, IPK-nya 3,7. Oleh karena itu bisa diasumsikan bahwa saya cukup memahami apa saja yang terjadi di bangku kuliah. Jadi saya telah melewati fase-fase yang diperlukan selama kuliah sehingga saran saya tidak turun dari langit dan awang-awang. Tapi justru nongol dari bawah bumi, dimana kedua kaki saya berpijak.
Oya, sampai saat ini ijazah sarjana saya tidak pernah saya gunakan.
Begini: mari kita buka mata dan hati lebar-lebar. Open mind. Apapun ilmu pengetahuan yang kita butuhkan saat ini, semua tersedia di internet. Apapun yang ingin engkau pelajari: ilmu merakit komputer, ilmu komuikasi, ilmu public relations, ilmu desain grafis, menggambar komik, menari, teater bahkan merancang software dan arsitek: semua tersedia di internet, lebih dari 90% gratis. Orang yang membimbing alias guru juga buanyak, gabung aja milis dengan topik grup yang kau sukai, ikuti perkembangannya, baca postingannya, lihat siapa yang paling berpengaruh dan paling cocok dengan Anda: kirim imel dan belajarlah kepadanya.
Jika masuk kuliah, maka mata kuliah dan dosennya ditentukan kampus. Literatur yang harus kita baca ditentukan dosen, nilaipun ditentukan dosen. Tapi lewat proses belajar mandiri berbasis internet: Anda menentukan sendiri subyek yang akan dipelajari, Anda cari sendiri dosennya, Anda nilai sendiri kemampuan Anda untuk menguasai ilmunya.
Anda masih butuh gelar? Kuno!
Bill Gates, Steve Jobs, Larry Elison: orang-orang sukses itu drop out semua meskipun tak pernah menyarankan untuk mahasiswa drop out.
Anda dan orang tua takut terjebak dalam lautan situs porno dan kekerasan? Dewasalah, di muka bumi ini segala bentuk kebaikan pasti berdampingan dengan kejahatan. Setiap kesempatan pasti didampingi ancaman. Cari yang baik dan bermanfaat, tinggalkan yang jorok-jorok. Gampang kan? Gitu aja kok repot...
Satu yang tidak bisa dilakukan oleh internet adalah menentukan cita-cita Anda besok ingin jadi apa.Impian tertinggi yang ingin Anda capai. Tujuan hidup yang Anda merasa perlu perjuangkan. Itu tugas Anda sendiri, tak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk Anda. Tidak orang tua, kakak, pacar atau tetangga. Apalagi teknologi.
Sekarang carilah waktu yang tenang untuk merenung menemukan tujuan sejati hidup Anda. Mulai ditata hidupnya untuk sebuah perjalanan ke masa depan yang mendebarkan karena tak ada peta yang tersedia. Cari cara bagaimana bisa online (syukur bisa gratisan), dan mulailah belajar subyek yang membuat Anda paling bersemangat. Belajar, praktekkan. Belajar, praktekkan. Belajar, praktekkan. Terus begitu.
Jikapun terpaksa bayar sewa Rp 2500,-/jam, itupun pasti lebih murah dari biaya uang kuliah. Dalam waktu 5 tahun (waktu tempuh kuliah S1) saya garansi Anda akan lebih jago ketimbang lulusan S2 kuliahan. Asal Anda mau berkomitmen, konsisten, tidak mudah menyerah. Asal Anda mau melakukan apapun yang diperlukan untuk sukses. Tidak usah kuliah.
Berani?
Tapi ini adalah kabar gembira buat adik-adik kelas saya yang kebingungan mencari tempat kuliah. Yang daftar UMPTN (eh, sekarang apa namanya?) tapi gagal, yang kesulitan bayar uang gedung atau sumbangan ini itu. Yang merasa tersingkirkan karena teman-teman sebayanya kuliah semua, meskipun universitasnya mungkin juga gak jelas. Yang murung, bingung, malu pergi kemana-mana karena tak punya kampus yang bisa dibanggakan. Oya, ini juga saran yang berbahaya: orang tua yang tak siap mental untuk berubah bisa stres membacanya.
Saran ini memang berasal dari orang yang kuliahnya lulus, IPK-nya 3,7. Oleh karena itu bisa diasumsikan bahwa saya cukup memahami apa saja yang terjadi di bangku kuliah. Jadi saya telah melewati fase-fase yang diperlukan selama kuliah sehingga saran saya tidak turun dari langit dan awang-awang. Tapi justru nongol dari bawah bumi, dimana kedua kaki saya berpijak.
Oya, sampai saat ini ijazah sarjana saya tidak pernah saya gunakan.
Begini: mari kita buka mata dan hati lebar-lebar. Open mind. Apapun ilmu pengetahuan yang kita butuhkan saat ini, semua tersedia di internet. Apapun yang ingin engkau pelajari: ilmu merakit komputer, ilmu komuikasi, ilmu public relations, ilmu desain grafis, menggambar komik, menari, teater bahkan merancang software dan arsitek: semua tersedia di internet, lebih dari 90% gratis. Orang yang membimbing alias guru juga buanyak, gabung aja milis dengan topik grup yang kau sukai, ikuti perkembangannya, baca postingannya, lihat siapa yang paling berpengaruh dan paling cocok dengan Anda: kirim imel dan belajarlah kepadanya.
Jika masuk kuliah, maka mata kuliah dan dosennya ditentukan kampus. Literatur yang harus kita baca ditentukan dosen, nilaipun ditentukan dosen. Tapi lewat proses belajar mandiri berbasis internet: Anda menentukan sendiri subyek yang akan dipelajari, Anda cari sendiri dosennya, Anda nilai sendiri kemampuan Anda untuk menguasai ilmunya.
Anda masih butuh gelar? Kuno!
Bill Gates, Steve Jobs, Larry Elison: orang-orang sukses itu drop out semua meskipun tak pernah menyarankan untuk mahasiswa drop out.
Anda dan orang tua takut terjebak dalam lautan situs porno dan kekerasan? Dewasalah, di muka bumi ini segala bentuk kebaikan pasti berdampingan dengan kejahatan. Setiap kesempatan pasti didampingi ancaman. Cari yang baik dan bermanfaat, tinggalkan yang jorok-jorok. Gampang kan? Gitu aja kok repot...
Satu yang tidak bisa dilakukan oleh internet adalah menentukan cita-cita Anda besok ingin jadi apa.Impian tertinggi yang ingin Anda capai. Tujuan hidup yang Anda merasa perlu perjuangkan. Itu tugas Anda sendiri, tak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk Anda. Tidak orang tua, kakak, pacar atau tetangga. Apalagi teknologi.
Sekarang carilah waktu yang tenang untuk merenung menemukan tujuan sejati hidup Anda. Mulai ditata hidupnya untuk sebuah perjalanan ke masa depan yang mendebarkan karena tak ada peta yang tersedia. Cari cara bagaimana bisa online (syukur bisa gratisan), dan mulailah belajar subyek yang membuat Anda paling bersemangat. Belajar, praktekkan. Belajar, praktekkan. Belajar, praktekkan. Terus begitu.
Jikapun terpaksa bayar sewa Rp 2500,-/jam, itupun pasti lebih murah dari biaya uang kuliah. Dalam waktu 5 tahun (waktu tempuh kuliah S1) saya garansi Anda akan lebih jago ketimbang lulusan S2 kuliahan. Asal Anda mau berkomitmen, konsisten, tidak mudah menyerah. Asal Anda mau melakukan apapun yang diperlukan untuk sukses. Tidak usah kuliah.
Berani?
2007/11/18
Usulan Buat PSSI

Buat calon pengganti Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, saya punya usulan yang sangat serius: jadikan Jose Mourinho Pelatih Timnas Indonesia. Masa' orang-orang super kaya Indoensia kalah sama Thaksin Sinawatra yang mampu bayar Sven Goran Ericsson? Duuh, Pak Putera Sampoerna, Pak Budi Hartono (Djarum), Aburizal Bakrie.. tolong dunk do something for this lovely country.
Jika bener Mourinho jadi pelatih Timnas, saya janji akan beli kostum asli timnas buat dipake ngantor deh. Demi Indonesia apa sih yang enggak?
2007/05/05
Kembali ke Masjid

Bersama teman-teman di Petakumpet, saya sedang menyiapkan satu kampanye promosi PSA (Public Service Advertisement) bertema Kembali ke Masjid. Kampanye ini ingin mengembalikan fungsi masjid yang utuh sebagai pusat menyelesaikan permasalahan manusia di dunia maupun akhirat, utamanya buat muslim meskipun masjid terbuka buat siapa saja yang mau datang.
Untuk memanggil kembali umat Islam yang stress, was-was, kuatir, tercerai berai, diperbudak pekerjaan, dirampas hak ekonominya, terpaksa jadi teroris karena salah didik: untuk kembali ke masjid menemui dirinya yang sejati. Kembali pada Allah dengan bersih hati.
Medianya terdiri dari above,below & aktivasi di Jogja dan sekitarnya tapi tidak menutup kemungkinan untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia. Rencananya akan ditayangkan menyambut Ramadhan tahun ini. Pada tahun 2005 kemarin kami pernah membuat kampanye menyambur Ramadhan dengan media luar ruang berupa banner dan spanduk yang dipasang di areal kuburan Krapyak Jogja mendapat sambutan luar biasa, juga telah dimuat di Kedaulatan Rakyat dan Majalah Desain Grafis Concept
Nah, kebetulan saat ini saya sedang cari referensi, salah satunya kumpulan puisi Emha Ainun Nadjib yang berjudul 'Seribu Masjid Satu Jumlahnya' terbitan tahun 1990-an. Kebetulan pula, sampai saat ini belum nemu.
Jika ada temen-temen yang punya dan boleh dipinjem, tolong bisa menghubungi saya di arief_009@yahoo.com. Atau jika Anda tertarik dengan project ini dan ingin bergabung silakan menghubungi email saya. Semakin banyak yang terlibat maka makin asyiklah kampanye ini dilaksanakan. Saya tidak menyiapkan imbalan khusus, biar Allah yang melapangkan rejeki Anda. Dan karena kampanye PSA ini lebih condong ke akhirat, janji Allah untuk membantu hamba-Nya yang telah membantu agama Allah itu jauh melebihi imbalan apapun yang pernah kita semua bayangkan.
Saya tunggu kabar baiknya, yach :)
Untuk memanggil kembali umat Islam yang stress, was-was, kuatir, tercerai berai, diperbudak pekerjaan, dirampas hak ekonominya, terpaksa jadi teroris karena salah didik: untuk kembali ke masjid menemui dirinya yang sejati. Kembali pada Allah dengan bersih hati.
Medianya terdiri dari above,below & aktivasi di Jogja dan sekitarnya tapi tidak menutup kemungkinan untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia. Rencananya akan ditayangkan menyambut Ramadhan tahun ini. Pada tahun 2005 kemarin kami pernah membuat kampanye menyambur Ramadhan dengan media luar ruang berupa banner dan spanduk yang dipasang di areal kuburan Krapyak Jogja mendapat sambutan luar biasa, juga telah dimuat di Kedaulatan Rakyat dan Majalah Desain Grafis Concept
Nah, kebetulan saat ini saya sedang cari referensi, salah satunya kumpulan puisi Emha Ainun Nadjib yang berjudul 'Seribu Masjid Satu Jumlahnya' terbitan tahun 1990-an. Kebetulan pula, sampai saat ini belum nemu.
Jika ada temen-temen yang punya dan boleh dipinjem, tolong bisa menghubungi saya di arief_009@yahoo.com. Atau jika Anda tertarik dengan project ini dan ingin bergabung silakan menghubungi email saya. Semakin banyak yang terlibat maka makin asyiklah kampanye ini dilaksanakan. Saya tidak menyiapkan imbalan khusus, biar Allah yang melapangkan rejeki Anda. Dan karena kampanye PSA ini lebih condong ke akhirat, janji Allah untuk membantu hamba-Nya yang telah membantu agama Allah itu jauh melebihi imbalan apapun yang pernah kita semua bayangkan.
Saya tunggu kabar baiknya, yach :)
2006/09/29
Dari Mana Ide Kreatif Lahir?
Sumber inspirasi dalam penciptaan ide kreatif bisa berasal dari bermacam-macam hal. Jika disederhanakan: ide itu bisa didapatkan secara conventional dan/atau uncoventional.
Secara biasa-biasa aja, atau dengan cara yang berbeda dari biasanya. Conventional merujuk pada peran logika (otak kiri) dalam memahami permasalahan dan mencari solusi pemecahannya lewat analisa data yang bisa didapatkan dari internet, perpustakaan, riset, dll. Sementara uncoventional merujuk pada peran kreatif (otak kanan) yang dibutuhkan dalam proses idea development atas solusi logis yang telah ditemukan.
Ide kreatif kadang berasal dari dalam ruang meeting kreatif, tapi bisa juga tercetus di taman kanak-kanak, mall, bengkel kereta api, warung koboi, atau – yang paling sering – toilet!
Itulah sebabnya timbul kecenderungan dari biro iklan, biro desain atau seorang desainer grafis untuk ‘mewarnai’ output kreatif yang dihasilkannya. Bagaimanapun juga, tidak ada bentuk ideal atau ruang kosong penciptaan yang lepas sama sekali dari background kreatornya (pendidikan, hobi, lingkungan, kebiasaan, dll.). The man behind the mouse adalah aktor paling penting dalam proses kreatif. Kecenderungan ini sama sekali tidak dilarang, tetapi sebaiknya diletakkan pada porsi yang pas, sehingga bisa memberikan daya dukung optimal pada rangkaian proses perancangan komunikasi visualnya. Bukannya malah berdiri sendiri sehingga menimbulkan kebingungan audiens: ini konsep sama visualisasinya rasanya kok gak nyambung sih?
Pembuatan serangkaian creative artworks (dalam bentuk kampanye komunikasi visual yang integrated) tetap harus memperhatikan tahapan perancangan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan komunikasi visual yang jauh lebih kompleks, tidak sekedar artistic looked semata.
Dan desainer atau art director/copy writer bukanlah hero yang bisa bekerja sendiri dalam proses penciptaan ide kreatif. Mereka adalah anggota tim yang berfikir, berdiskusi dan bertindak, bahkan bernafas sebagai sebuah tim.
Tanpa itu, revolusi tak pernah ada di dunia ini. Inovasi menjadi kata yang kesepian. Dan desainer akan menjelma 'seniman nanggung'. Penginnya idealis, tapi gak nyambung.
Secara biasa-biasa aja, atau dengan cara yang berbeda dari biasanya. Conventional merujuk pada peran logika (otak kiri) dalam memahami permasalahan dan mencari solusi pemecahannya lewat analisa data yang bisa didapatkan dari internet, perpustakaan, riset, dll. Sementara uncoventional merujuk pada peran kreatif (otak kanan) yang dibutuhkan dalam proses idea development atas solusi logis yang telah ditemukan.
Ide kreatif kadang berasal dari dalam ruang meeting kreatif, tapi bisa juga tercetus di taman kanak-kanak, mall, bengkel kereta api, warung koboi, atau – yang paling sering – toilet!
Itulah sebabnya timbul kecenderungan dari biro iklan, biro desain atau seorang desainer grafis untuk ‘mewarnai’ output kreatif yang dihasilkannya. Bagaimanapun juga, tidak ada bentuk ideal atau ruang kosong penciptaan yang lepas sama sekali dari background kreatornya (pendidikan, hobi, lingkungan, kebiasaan, dll.). The man behind the mouse adalah aktor paling penting dalam proses kreatif. Kecenderungan ini sama sekali tidak dilarang, tetapi sebaiknya diletakkan pada porsi yang pas, sehingga bisa memberikan daya dukung optimal pada rangkaian proses perancangan komunikasi visualnya. Bukannya malah berdiri sendiri sehingga menimbulkan kebingungan audiens: ini konsep sama visualisasinya rasanya kok gak nyambung sih?
Pembuatan serangkaian creative artworks (dalam bentuk kampanye komunikasi visual yang integrated) tetap harus memperhatikan tahapan perancangan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan komunikasi visual yang jauh lebih kompleks, tidak sekedar artistic looked semata.
Dan desainer atau art director/copy writer bukanlah hero yang bisa bekerja sendiri dalam proses penciptaan ide kreatif. Mereka adalah anggota tim yang berfikir, berdiskusi dan bertindak, bahkan bernafas sebagai sebuah tim.
Tanpa itu, revolusi tak pernah ada di dunia ini. Inovasi menjadi kata yang kesepian. Dan desainer akan menjelma 'seniman nanggung'. Penginnya idealis, tapi gak nyambung.
Langganan:
Postingan (Atom)





















