Footer 1

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Creative Forum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creative Forum. Tampilkan semua postingan

2012/04/26

HOT NEWS: LFL #2 di Surabaya


2012/02/01

Leave The Comfort Zone

2011/09/27

Wedangan 9 Series 'Tantangan Kreatif'

Wedangan Creative Sharing Creative Giving


Menghadirkan Pidie Baiq & Ujang Koswara
(The Panas Dalam Institute Bandung)

Jum'at 30 September 2011 Jam 19.00 WIB bertempat di Indraloka Homestay, Jl. Cik Di Tiro 18 Yogyakarta (150 meter selatan Bunderan UGM)

FREE, Tidak Dipungut Biaya. Akan ada kotal amal untuk program creative giving**


**Creative Giving
Belajar menghargai sekaligus sebagai tanggung jawab profesi yang kita cintai, hal itulah yang menjadi alasan kuat penyelenggara memberi kesempatan kepada hadirin untuk belajar sambil beramal dengan memenuhi kotak amal yang tersedia, 100% isi dari kotak tersebut akan dibagi empat dengan perincian:
25% pertama
Diberikan kepada dua pembicara dengan tujuan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya tanpa melihat nominal yang didapatkan.
25% kedua
Meyediakan sedikit konsumsi saat acara berlangsung.
25% ketiga
Penyelenggara yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mengurus acara ini.
25% keempat
Disisihkan untuk pelaksanaan creative giving (penyampaian amal secara kreatif  dengan memberikan materi produktif, bukan konsumtif)

2011/06/21

Designers Weekend Gathering

Teman-teman saya di ADGI Jakarta Chapter bikin kegiatan seru nih! Jika Anda praktisi, mahasiswa dan dosen kreatif yang berada di seputaran Jakarta, silakan bergabung, karena semua orang boleh datang. Jadi acara ini untuk umum, bukan hanya anggota ADGI. Dan GRATIS!


Designers Weekend Gathering

Sabtu, 25 Juni 2011 jam 10.00-13.00 WIB
Bertempat di ADGI Jakarta Creative Center
Ged. Kemang Point Lt. Dasar,  Jl. Kemang Raya No.3 Jakarta

Monggo diramaikan :)

2011/04/25

Yuk Ikut Kontes Rencana Bisnis Kreatif 2011


Kontes Rencana Bisnis adalah kontes ide bisnis di 14 subsektor Industri Kreatif yang diselenggarakan oleh Panitia Konvensi Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2011, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
  1. GRATIS, tanpa biaya pendaftaran.
  2. Pendaftaran bisa dilakukan secara perorangan atau per tim. 1 tim maksimal terdiri dari 3 orang.
  3. Peserta terbagi dalam 2 kategori, yaitu ‘pelajar/mahasiswa’ dan ‘umum’ (di bawah usia 35 tahun).
  4. Unduh formulir pendaftaran dan template rencana bisnis singkat (untuk pelajar/mahasiswa | untuk umum), kirimkan melalui email konteskreatif@indonesiakreatif.net maksimal pada 23 Mei 2011 pada pukul 24.00.
  5. Tahapan kontes terdiri dari 3 tahap, yaitu penyisihan, semifinal, dan final.
  6. Pemenang utama akan memperoleh uang tunai sebesar Rp 25.000.000,00, bimbingan dari mentor (praktisi bisnis dan lembaga pendampingan UKM) untuk mewujudkan bisnisnya segera, dan kesempatan mengikuti program pelatihan/fasilitasi dari Pemerintah.
  7. Dewan juri terdiri dari praktisi bisnis yang terkenal dalam bidang masing-masing, yaitu: M. Arief Budiman (Managing Director - Petakumpet), Betti Alisjahbana (CEO – QB Creative), Iim Fahima (CEO – Virtual Consulting), Ligwina Hananto (CEO – QM Financial), dan Yoris Sebastian (Chief Creative Officer – OMG Consulting).
  8. Ketentuan detail  mengenai kontes rencana bisnis dapat dilihat pada dokumen berikut (untuk mengunduh klik disini )

2011/02/17

TDA di Wedangan Special ADGI Jogja

Rabu, 16 Februari 2011 pukul 19.30 WIB, Wedangan creative sharing creative giving special #5 terlaksana dengan suasana yang agak berbeda dari sebelumnya dikarenakan perlengkapan tambahan seperti kamera video dan perangkat live streaming yang akan merekam momentum bersejarah tersebut.

Dalam ruangan yang telah dipenuhi oleh sekitar 80an kawan-kawan yang hadir, Iqbal Rekarupa, Ketua ADGI Yogyakarta Chapter mempresentasikan apa dan mengapa Wedangan creative sharing creative giving itu ada. Selanjutnya acara tersebut dipandu oleh moderator M. Arief Budiman (program director ADGI pusat) dan inti acarapun dimulai.


Badroni Yuzirman (pendiri dan dewan penasehat TDA pusat, owner Manet Vision dan Actual Basic) memaparkan kisahnya. Berawal dari tiga toko busana muslimnya di Tanah Abang yang diterpa masalah bertubi-tubi, Mas Roni menyikapinya dengan kembali pada titik nol secara ikhlas. Di sanalah akhirnya Mas Roni menemukan solusi dari pola pikir kreatif yaitu menjadikan masalah yang hadir sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. Tahun 2004, jualan via online adalah solusi yang dipilih untuk menjadikan waktu yang terbuang di perjalanan menuju outlet menjadi 0 menit, karena dapat memulai bekerja dari rumah. Di sela waktunya, ia berusaha memenuhi tugas mencari nafkah, juga mengembangkan bakat menulis di blog untuk menularkan pengalaman, dan dari situlah gagasan membentuk komunitas TDA muncul. 

Niat yang baik tersebut direspon positif oleh banyak kalangan, sehingga dari waktu yang singkat TDA mampu mengumpulkan banyak orang untuk menjadi member (jumlahnya sekitar 15.000 member) dan mau berbagi satu sama lain.


Try Atmojo (Direktur dan Business Development  Raxzel Creative dan Direktur TDA) menjelaskan, bahwa dalam dunia apapun khususnya bisnis, networking atau jaringan mutlak dibutuhkan. Networking bisa dicari dimanapun, salah satunya adalah di komunitas. TDA adalah salah satu komunitas yang telah dirasakan manfaatnya, sebagai ruang belajar, berbagi bahkan pasar dai produk yang dikembangkan. Dalam bisnis distro and clothing-nya melalui TDA, Mas Try menemukan solusi bisnis online dan mendapat manfaat berlipat.

Saptuari Sugiharto, pemilik Kedai Digital yang telah memiliki 52 gerai di 36 kota serta meraih Indonesia Young Entrepreneur Franchise & Business Opportunity Award 2010. Mas Saptu menyampaikan bahwa dalam berbisnis sangat penting untuk menjaga kredibilitas agar kepercayaan yang telah diberikan konsumen dapat terjaga, sehingga bisnis tersebut mampu bersaing saat banyak pihak yang mulai meniru yang kita lakukan dengan menjual produk/jasa serupa. Untuk terus maju, kita harus terus berinovasi, lebih cepat daripada kemampuan follower menjiplak ide kita.


Satya Brahmantya, Product Designer PT. Lunar Cipta Kreasi Yogyakarta yang fokus pada bisnis export furniture dengan konsep green dan sustaineble design menyampaikan bahwa, setiap komitmen yang dilakukan dengan konsisten maka suatu saat akan memetik hasilnya secara maksimal. Bram mengaku tidak memiliki kemampuan matang di bidang enterpreneur, tapi ia yakin mampu menghasilkan karya yang berkonsep dan artistik. Kesungguhannya ini membuahkan hasil dimana owner akhirnya merekrutnya sebagai salah satu pemegang saham.

Stay hungry, stay foolish” kutipan dari Steve Jobs pun disampaikan oleh moderator sebagai penanda usainya Wedangan Special #5. Sampai jumpa lagi dengan Wedangan berikutnya :)

*Tulisan oleh: Iqbal Rekarupa, Chairman ADGI Yogyakarta Chapter, aslinya berasal dari sini

2011/01/13

Creative Sharing di Wedangan Special

 
Saya akan sharing tentang 'Makin Kreatif, Makin Kaya, Makin Berguna' di acara Wedangan Special di Pameran Poster World Silent Day, Minggu 16 Januari 2010, Jam 19.00, di Bentara Budaya Jogja, silakan yang mau datang, GRATIS :)

2010/12/02

Seminar Managing Creativity di IM Telkom Bandung

2010/11/01

Yuk Join Mawas ADGI

Adgi sangat berduka dan prihatin terhadap bencana yang tengah menimpa Indonesia. Longsor di Wasior, banjir di Jakarta, Tsunami di Mentawai dan bencana di Merapi seakan tengah menguji kita semua. Selaku organisasi asosiasi desainer grafis di Indonesia, Adgi mengajak seluruh komponen bangsa dengan segala kemampuan dan upaya untuk membantu saudara kita yang terkena bencana.

Adgi juga mengajak para desainer grafis tanggap dan peduli bencana ini. Menyoal desainer tanggap bencana, Adgi melakukan koordinasi cepat turut membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana dengan mengajak publik memberikan bantuan baik berupa finansial maupun kebutuhan lainnya.

Adgi menterjemahkan ajakan ini dalam konsep komunikasi untuk “Mawas”
Dimana dalam ajakan tersebut yang paling penting adalah:
  1. Mawas terhadap bencana bagi siapapun kita semua, dari bencana apapun dan di daerah manapun karena waspada adalah melakukan upaya preventif.
  2. Mawas terhadap mereka yang memrlukan pertolongan yang diakibatkan bencana.
Gerakan moral Adgi ini terbuka direspon oleh anggota Adgi dimanapun. Untuk itu merespon dan menampung gagasan lain sebagai bentuk program tetap dimungkinkan untuk ditambahkan dalam program ini. Program baru yang relevan dengan dunia kreatifitas khususnya profesi desain grafis tentu saja sangat diutamakan.

Sumbangan bisa disalurkan lewat Rekening ADGI Pusat an. Tri Anugrah 6310268303 BCA Cab. Pegambiran

Silakan bantu menyebarluaskan ajakan ini di kalangan internal organisasi, jejaring organisasi dan kalangan umum. Yang menjadi koordinator program ini adalah mas M. Arief Budiman, Direktur program Adgi 2010-2012, untuk itu silakan berkoordinasi bagi kelangsungan program yang baik. Semoga bentuk kepedulian ini merupakan bagian dari tanggung jawab profesi desainer grafis yang sangat penting bagi pembangunan masyarakat.

Untuk keterangan dapat menghubungi:
M. Arief Budiman
Direktur Program Adgi
HP: 081578700488
Email: arief_009@yahoo.com

2010/10/25

Pemilu Raya Adgi Jogja 2010

Buat all member Adgi Jogja: Ikuti Pemilu Raya Ketua Adgi Jogja 2010-2012, dimohon hadir di Sekretariat, Dreamlab Building, Jl. Nogotirto 77B Gamping Sleman, Selasa, 26 Oktober 2010, 15.30-17.00 WIB. Untuk konfirmasi kehadiran dan info lebih lanjut silakan hubungi: Iqbal Rekarupa 08179417881

2010/10/13

Wedangan #3 Bareng ADGI Jogja


WEDANGAN creative sharing, creative giving yang telah lama dinantikan, akhirnya datang juga. 

Creative event garapan ADGI YOGYAKARTA CHAPTER dan dilaksanakan oleh Rekarupa Unconventional Media Specialist yang akan datang telah masuk pada edisi ketiga.

Marsudi atau Jendral Mukidevic yang lebih akrab dengan sapaan “lik di” (creative director) dan Junno Mahesa (Marketing Communication Officer) PT. Aseli Dagadu Djokdja akan berbagi mengenai pengalaman mereka menjelajahi industri kaos (T shirts). Dengan bermodalkan ide dan kreatifitas kemudian disulap menjadi sebuah produk komersial yang laku keras dipasaran baik di Yogyakarta maupun di Indonesia. “HOLOPIS KUNTUL BARIS Mendulang Gagasan nggak Habi-habis” itulah judul yang mereka pilih. Acara tersebut akan diselenggarakan pada Jum’at 22 Oktober 2010 di Dreamlab Building PT. Petakumpet, Jl. Kabupaten No. 77B, Sleman, Yogyakarta.

Konsep yang dibawa tetap yaitu sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi mereka para profesional senior industri kreatif khususnya desain grafis dan media belajar mempresentasikan karya, ide dan gagasan bagi para junior desainer grafis. Belajar menghargai profesi yang kita cintai, hal itulah yang menjadi alasan kuat penyelenggara memberi kesempatan kepada hadirin untuk memenuhi kotak amal yang tersedia, isi dari kotak tersebut akan dibagi empat dengan perincian:
25% untuk pembicara sebagai penghargaan atas apa yang telah dibagi/sampaikan,
25% untuk meyediakan sedikit konsumsi saat acara berlangsung,
25% untuk penyelenggara yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam mengurus acara ini dan
25% disisihkan untuk pelaksanaan creative giving (penyampaian amal secara kreatif/bersedekah dengan material produktif bukan material konsumtif).

Monggo silakan hadir berombongan, semoga manfaat untuk masa depan Anda, membuatnya lebih cerah lagi penuh berkah :)

2010/08/19

Kuliah Malam di Dreamlab Building

2009/10/22

Pesta Blogger 2009


Apa kabar kawan-kawan semua? Para pembaca setia blog ini, Anda yang tak sengaja berkunjung, Anda yang menemukannya di medan per-google-an, Anda yang terjerumus jejak netter sebelumnya di warnet sehingga membaca tulisan ini: doa saya untuk kesuksesan, keselamatan dan keberlimpahan rejeki yang hinggap di kehidupan Anda sekalian, sahabat-sahabat saya semua.

Atas persahabatan baik saya dengan Mas Iman Brotoseno (Chairman Pesta Blogger 2009), saya pun mulai berkenalan dengan teman-teman blogger negeri ini. Berawal dari blog, sudah 2 TVC saya garap bareng dengan Mas Iman: sebuah awal yang mungkin gak nyambung. Tapi begitulah hidup, nyambung gak nyambung: jalannya memang sudah dituliskan. Terakhir, saya menjadi saksi atas Pesta Blogger mini di JNM Jogja, 15 Oktober kemarin.

Mengenang pertama kali saya ngeblog kira-kira 4 tahun lalu, rasanya baru kemarin saat teman-teman sekantor di Petakumpet rame-rame jadi blogger. Kurang lebih 15-an orang. Sebagian besar blog yang diawali dengan gegap gempita itu sekarang mulai dicuekin pemiliknya, bagai tanah tandus yang dihiasi rumput kering: ada kenangan yang tertinggal tapi terawat. Saya berdoa ada teman-teman blogger Petakumpet yang protes dengan mulai menghidupkan lagi blognya, membuktikan bahwa tuduhan saya salah.

Bahkan untuk setia mengisi blog ini pun: saya seringkali harus memaksa diri saya untuk peduli. Selalu ada kemalasan yang tak terlawan lantaran didera kesibukan kerjaan atau tumpulnya ide menulis. Sehingga posting-nya jarang-jarang. Biasanya seminggu bisa dua tiga kali, sekarang sebulan empat kali aja sudah lumayan.

Tapi inilah menariknya: seleksi alam akan menyapa kita tanpa permisi. Blog yang gugur sebagai kenangan adalah wujud kejamnya seleksi alam. Blog yang sekarang terus tumbuh bahkan makin berkibar adalah penghargaan atas kekuatan dan konsistensi untuk merawat, menyiangi, menanaminya dengan ide-ide baru, melayani para blog walker yang mulai berpaling muka ke rumput tetangga yang lebih segar (baca: facebook).

Sehingga tibalah hari Sabtu besok, 24 Oktober 2009 saat Mas Iman dan teman-teman blogger Indonesia merayakan Pesta Blogger 2009 di Gedung SMESCO Gatot Soebroto, Jakarta. rasa cinta saya pada dunia blog telah melewati bilangan tahun dan besok rasa cinta itu diuji lagi. Saya mendapat kehormatan diundang menjadi salah satu pembicara (sekaligus moderator) di Pesta Blogger dengan Tema Creative Industry di Room F, jam 14.00-16.00, bersama Wahyu Aditya (Hellomotion)*, Widi Nugroho (Telkom), Pandji & Munir (for Acer) dan Hanny.

Teman-teman yang ingin meneguhkan niat menjadi blogger beneran silakan bergabung, saya termasuk yang percaya bahwa blog akan terus tumbuh seperti siang yang selalu menggantikan malam. Bahwa seleksi alam yang terjadi itu wajar di semua bidang kehidupan. Akan selalu lahir blogger-blogger baru yang jauh lebih cerdas, lebih berani, lebih kreatif untuk menggantikan blogger-blogger lawasan yang loyo, kurang semangat dan pemalas.

Selalu indah untuk memelihara api harapan, mimpi yang menerangi kegelapan. Saya bersyukur dari blog ini telah lahir buku Jualan Ide Segar yang Alhamdulillah cetakan ke-2-nya udah hampir habis. Dan sebentar lagi akhir bulan Oktober ini akan terbit satu lagi buku saya Tuhan Sang Penggoda, yang 60% materi mentahnya berasal dari tulisan di blog ini.

Apa yang kita anggap penting, akan memberikan manfaat terbesarnya pada kita. Ini yang saya yakini saat saya pulang lagi menjenguk rumah saya di ranah maya, blog ini. Ada rasa haru, kangen, juga syukur.

Sampai jumpa di Pesta Blogger besok. Teruslah ngeblog, teruslah menulis, teruslah bermimpi.

2009/03/23

Join 8th INS.IDE

Atas undangan Mas Eric dari Thinking Room, Insya Allah saya akan hadir untuk presentasi 10 menit tentang sebuah topik yang masih saya rahasiakan. Pesan Panitia, topik yang saya bawakan bebas, terserah mau presentasi apaan aja. Cool! Peraturannya hanya waktu present-nya 10 menit. Presentasi ini akan di-record dan semoga hasilnya bisa di-upload ke web sehingga bisa diakses lebih banyak orang. Bersama saya akan presentasi juga: Bernhard Subiakto, Hanung Bramantyo (sutradara hebat), Anton Ismail (fotografer hebat), juga Ramya Prajna S. & Anantya. Buat teman-teman yang mau join, berikut informasinya. Insya Allah seru deh!



2009/02/03

Putih Abu-abu Memilih

2008/12/14

Dari Spectacular Creative Sharing ADGI Jogja





Creative Economy Solusi Atasi Krisis Indonesia

ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Jogja Chapter telah sukses menyelenggarakan Spectacular Creative Sharing di dua tempat pada Sabtu, 13 Desember 2008.

Acara yang pertama D’Edge diadakan di Akademi Desain Visi Yogyakarta (ADVY) mulai 08.30 – 12.00 WIB bertema Peran Desainer Grafis Dalam Creative Economy dengan pembicara Hastjarjo Boedi Wibowo, S.Sn, seorang alumnus ISI Yogyakarta sekaligus salah satu konseptor gerakan Creative Economy Indonesia dan dimoderatori oleh M. Arief Budiman, S.Sn, Chairman ADGI Jogja Chapter.

Acara kedua adalah Zoom In yang diadakan di Jogja National Museum mulai 14.00 – 17.00 bertema Peluang Bisnis Kreatif di Era Creative Economy dengan pembicara Hastjarjo Boedi Wibowo, S.Sn dan Firman (Pendiri Homygroup ‘Tela Krezz’) dan dimoderatori oleh Muh. Kurniawan (CEO Srengenge Ad.).

Hastjarjo dalam penyampaian materinya menegaskan pentingnya kreativitas di era sekarang ini, apalagi dunia sedang berada di ambang krisis yang berat. Creative Economy yang digerakkan oleh Sumber Daya Manusia penuh ide akan menjadi salah satu solusi penting untuk bangkit dari keterpurukan krisis. Karena Creative Economy menempatkan SDM sebagai human capital, jadi modal terpenting dalam era sekarang ini adalah manusianya dan bukan semata-mata uang (financial). Jogja dengan kekuatan di local culture-nya diyakininya menyimpan segudang bakat kreatif yang jika dimanfaatkan maksimal akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang terus meningkat. Sampai pertengahan 2008, sumbangan kreatif ekonomi pada GDP Indonesia adalah 6,15% atau setara 104 trilyun rupiah. Sebuah angka yang luar biasa besar.

Firman yang diundang khusus oleh ADGI Jogja untuk memberikan pencerahan pada para desainer grafis sangat antusias menyampaikan materinya yang bertema Creativepreneur dengan mendirikan franchise Tela Krezz. Franchise snack unik berbasis ketela ini melabeli dirinya sebagai ‘bukan singkong biasa.’ Muatan bisnis dan sistem organisasi yang matang membuat Tela Krezz berkibar dengan 700 outlet di seluruh Indonesia dan omzet miliaran rupiah per bulan. Firman menunjukkan sudut pandang yang benar-benar fresh bagi audiens yang sebagian besar waktunya berkutat di layar monitor memelototi elemen-elemen grafis.

Kedua acara yang disupport oleh ADVY, JNM, Dagadu, Petakumpet, Syafaat, Homygroup, Srengenge dan Rekarupa ini dibanjiri oleh anak-anak muda kreatif Jogja tersebut berlangsung meriah, gayeng dan padat berisi. Para peserta mengaku mendapat banyak pencerahan dan tidak sabar untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang baru saja didapatkannya langsung dari tangan pertama alias para expert di bidangnya.

Sebagai asosiasi profesi yang telah berdiri pada 19 Juli 2008, ADGI Jogja sangat berkomitmen menyelenggarakan acara-acara sejenis untuk membuka wawasan masyarakat agar lebih kreatif dalam menyikapi setiap permasalahan kehidupan. Kreativitas tidak hanya identik dengan seniman atau desainer saja, tapi akan terus didorong sehingga menjadi the way of thinking untuk selanjutnya the way of live. Dengan berfikir kreatif, setiap tantangan akan menjadi peluang termasuk krisis yang kita alami sekarang. Selalu ada peluang di setiap krisis, semua kembali kepada kreativitas kita untuk mencarinya.

2008/06/22

(Masih) Dari Launching Adgi Jogja


Mas Noor Arief (Dagadu Djokdja) sharing tentang bagaimana pentingnya membangun local brand sebagai asset paling berharga dari Jogja.


Executives dan Advisorty Boards Adgi Jogja bersama Chairman Adgi (Mas Danton Sihombing), dari kiri: Mas Nowo Juliarso (Zoom In Director), M. Iqbal (Finance Director), Sumbo Tinarbuko (Advisory Board), A. Noor Arief (Advisory Board), Danton Sihombing (Chairman Adgi), M. Arief Budiman (Chairman Adgi Jogja Chapter), Eri Kuncoro (Advisory Board), Andika DJ (General Secretary). Yang absen disini adalah Mas Ong Hari Wahyu (Advisory Board).


Saksi sejarah lafirnya Adgi Jogja: ingat baik-baik mukanya jika nanti masuk buku sejarah desain grafis Indonesia. Wa ka ka kaa...


Pak Sumbo Tinarbuka (Moderator) dan Mas Danton Sihombing sharing tentang kekuatan desain grafis untuk menembus pasar global: case studies dari Inkara/design untuk warga kreatif Jogja.


Mas Andika (Syafaat Ad.) dan Mas Ong berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun kemandirian bermodal kekuatan kreatif desain grafis

2008/06/20

Api Kreativitas di Launching ADGI Jogja






Kreativitas yang tumbuh untuk memicu perubahan selalu berasal dari sesuatu yang kecil, yang lalu menyebar dan saat mencapai tipping point: menjadi gelombang tak tertahankan dan tak mampu lagi dibendung. Demikianlah konsep sederhana yang mendasari upacara adat Launching Adgi Jogja: keinginan untuk membuat negeri ini maju akan didorong oleh super engine yang bernama kreativitas anak bangsa, yang meskipun kekuatan masing-masing unsurnya lemah dan terbatas tapi gabungan diantara mereka sungguh dahsyat tak terkira. Seperti kata Einstein: E = m.c2. Inilah niat, sekaligus harapan dan doa: dalam keterbatasan, selalu ada jalan yang tak menyerah. Selalu ada lilin kecil yang memandu jalan. Selalu ada lubang untuk diterobos.
Langkah besar itu telah dimulai dengan satu lilin kecil yang menyala kedip-kedip dalam hembus angin malam. Tapi nyala lilin itu menular, terus menular dan memenuhi kota. Merembet menembus batas-batas dan menerangi gelap sebuah negara. Lalu menyeberang laut dan menerangi dunia kecil kita ini.
Mohon dukungannya, Adgi Jogja kulo nuwun untuk mulai belajar menyumbangkan kreativitasnya buat temen-temen Jogja dan sekitarnya. Anda yang tertarik bergabung dan menjadi messenger api kreativitas berikutnya bisa menghubungi lewat email ini: arief_009@yahoo.com atau andikakerenlah@yahoo.com
Info selengkapnya tentang Launching Adgi Jogja juga bisa dibaca disini.

2008/06/18

Launching Adgi Jogja Sehari Lagi

Ya, Anda sebaiknya meninggalkan agenda penting yang lain hari itu, Kamis 19 Juni 2008. Ya, bukan hanya agar pengunjung berjubel menjadi saksi sejarah desain grafis Jogja yang mulai meng-Indonesia bahkan mendunia. Ya, jikapun musuh kemajuan adalah lupa pada momen yang akan mengubah hidup Anda selamanya jadi kami wajib mengingatkan.

Besok Kamis 19 Juni 2008 - tolong dicatat dan masukin ke reminder hp - jadilah bagian dari nyala api pertama industri desain grafis yang akan menggerakkan creative economy Indonesia. Siapa sangka corat-coret iseng dan hobi merangkai elemen visual bisa menjadi rantai yang menggerakkan roda-roda tank peradaban. Desain grafis telah ditakdirkan untuk memunculkan potensi energi kreatif yang luar biasa untuk memajukan sebuah bangsa.Api itu akan menyala besok. Bertepatan dengan Launching ADGI (AsosiasiDesainer Grafis Indonesia) Jogja Chapter
sebagai upaya untuk mendorong kreativitas desainer grafis dan mendukung tumbuhnya industri kreatif di Joga dan sekitarnya.

Dan demi masyarakat kreatif kami persembahkan acara ini GRATIS. Semua yang mengaku kreatif silakan bergabung. Jangan lupa bawa kartu nama atau portfolio, banyak pendekar kreatif hadir untuk berbagi ilmu dan pengalaman di sini:

  1. D'Edge (workshop kreatif berbasis kampus)Tema: Profesi Desainer Grafis Membangun Kemandirian, Pembicara: Ong Hari Wahyu (Desainer Grafis Senior), M. Arief Budiman (Petakumpet), Moderator: Andika DJ (Syafa'at ADV)Dagadu Pakuningratan Yogyakarta, 19 Juni 2008, 10.00-12.00 WIB2.
  2. Zoom In & Member Gathering (untuk anggota ADGI & Umum)Tema: The Power of Graphic Design, Pembicara: Danton Sihombing (Inkara/Chairman ADGI), Noor Arief (Dagadu)Moderator: Sumbo Tinarbuko (Konsultan Desain)Kopikopi Cafe Sagan Yogyakarta, 19 Juni 2008, 16.00-19.00 WIB

Terima kasih untuk berkenan diingatkan. Terima kasih untuk membawa ingatan itu ke tempat Launching untuk disulut bersama dengan api kreativitas yang menyala besar. Setiap Anda yang hadir, adalah fondasi bagi masa depan gemilang kreativitas Indonesia di mata dunia. Kami tunggu kehadirannya.

2008/06/09

Siap-siap: Launching ADGI Jogja