Footer 1

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan

2011/10/27

Menghajar Kemalasan

Bagaimana jika tulisan yang jelek nongol di blogmu? Bagaimana jika para pengunjung membacanya lalu memutuskan untuk tak mau lagi mengulang kunjungannya? Bagaimana jika apa yang kau tuliskan ternyata salah data atau salah fakta? Bagaimana jika engkau tak punya ide apa-apa, lalu apa yang harus dituliskan? Bagaimana jika blog sudah terlalu lama nganggur sehingga berdirilah tembok tinggi yang angkuh menghalangi hasrat untuk mulai menulis lagi?

Kekuatiran-kekuatiran seperti inilah yang sering menghinggapi setiap blogger untuk mulai lagi menggoyangkan jarinya di tuts keybord, keypad atau capasitive screen. Bukan kekuatiran yang berlebihan memang, karena ini real. Nyata. Dan umum dialami oleh banyak orang yang kesulitan untuk memelihara kedisiplinan posting. 

Logika yang lalu muncul: jika sampai tak tahu apa yang akan dituliskan, masa' kita paksain menulis juga? Nanti malah mengada-ada, malah tak berguna alias sia-sia. 

Sejujurnya, perasaan masygul seperti inipun hinggap juga di saya. Saya pun terjangkit penyakit enggan ngeblog. Saya pun beberapa kali kalah oleh kemalasan. Saya juga manusia biasa yang iman ngeblognya naik turun. Nah, di sinilah sesungguhnya perbedaan para pejuang blogger dan blogger-blogger biasa.

Mereka akan memaksakan diri menulis walaupun merasa tak dalam kondisi terbaik untuk menulis. Walaupun tak sedang ingin menulis. Motion creates emotion. Bergeraklah saja dulu nanti suasana hati akan mengikuti. Misalnya engkau ngantuk. Kalau tak melakukan apa-apa, engkau pasti akan tertidur sebentar lagi. Tapi coba paksakan untuk berlari, walaupun berat. Engkau pasti takkan mengantuk. Mana ada orang berlari bercucuran keringat sambil ngantuk?

Dalam bahasa saya, putus asa dalam sebuah usaha menggapai mimpi, harapan dan keinginan itu boleh. Tapi teruslah bekerja dalam keputusasaan itu. Selamat mengisi kemalasan Anda dengan produktivitas.


2010/07/28

My Resume

2007/08/04

Ketangkep Robot Pencegah Spam Blogger

Waduh, gara-gara salah password beberapa kali.. begitu bisa login malah gak bisa upload posting. Ada kutipan tulisan begini bunyinya:

Blog ini telah dikunci oleh robot pencegah-spam Blogger. Anda tidak akan bisa mempublikasikan posting Anda, tetapi Anda akan dapat menyimpannya sebagai draft.

Waaa.. ada robotnya Coy!! Sampe ini saya tulis, memang hanya bisa disimpen. Gak bisa diupload dulu. Ya udah, sambil nunggu robotnya kerja lagi Senin besok.. Hope segera bisa menyapa temen-temen lagi secepatnya. Miss you all, Guys :)

Notes: Thanx God, sekarang dah bisa lagi.

2007/01/02

Review 1: Blogger Paling Inspiratif


Tahukah anda kalau pepaya, selain dapat digunakan untuk melancarkan pencernaan, melunakkan daging sapi, menggeser lemari dan menghitamkan rambut; bijinya jika ditanam dapat tumbuh menjadi pohon pepaya?

- Salah satu kutipan di blognya Herman -


Kenapa harus Herman yang menang award tahun ini?

Sebenarnya sih kandidat yang bertarung keras adalah blog Herman, Wahyu Aditya dan Ecodezign. Urutan kedua dan ketiga ditempati Wahyu Aditya & Ecodezign. Blog Menteri Desain Indonesia ini unggul pada keunikan idenya dalam meredesain pernak-pernik logo atau elemen penanda lainnya sehingga tampil baru, lebih fresh. Kelemahannya pada eksekusi yang kurang maksimal, meskipun beberapa saya lihat cukup pas dari sudut pandang desain. Salah satu yang sepertinya diimplementasikan beneran adalah logo RRI. Btw, Wahyu Aditya presiden-nya Hellomotion ini teman saya sesama finalis IYDEY 2006 lalu. Trus kenapa?
Mbuh ya, he he he ;)
Eko (Creative Head Petakumpet) tulisannya sederhana tapi sungguh terasa soul-nya. Saya ngerasanya begitu. Hal yang ruwet-ruwet jadi nampak simple, ringkes dan mudah dicerna. Dari bentuk ungkapnya lewat tulisan maupun image, terasa jarak yang memisahkan hasil renungannya dengan realitas yang dihadapinya. Ruang hening itu yang membuat saya inspired.
Tapi blog Herman menyajikan suatu hal yang absolutely different: Sudut pandangnya sering membuat saya terperanjat. Coba dibaca lagi lead di awal tulisan ini: gayanya yang serampangan sering membuat saya tersenyum kecut atau tertawa terbahak-bahak. Tidak semua postingnya saya suka dan setujui: tapi inilah realitas bahwa perbedaan adalah jembatan emas untuk sebuah tegur sapa. Herman juga salah satu pemicu kenapa di akhir tahun 2005 saya ikut-ikutan bikin blog setelah dikomporin sama Eko dengan postingnya tentang plesetan foto Mayangsari-Bambang menjadi SBY-Roy Suryo. Posting ini fenomenal karena Herman sempat didatangi polisi di kantornya. Tentu bukan buat minta diajari bikin blog.

Jumat malam lalu saya ketemu Herman yang saya undang dalam acara Petakumpet. Sebagai sesama blogger, itu adalah pertemuan yang membahagiakan. Saya putuskan Herman sebagai pemenang bukan karena saya barusan ketemu. Atau karena angka sitemeter blognya sudah mencapai lebih dari 130.000.
Saya memilihnya karena saya kagum ada anak muda gendut yang sekilas nampak pemalu: ternyata punya jutaan volt ide aneh di otaknya. Ini memaksa saya untuk mengkorup beberapa tahun umur saya: agar muda kembali. Agar jadi anak-anak lagi. Agar bebas berkhayal lagi. Agar tahun depan bisa bersaing untuk kategori ini. Tapi trus jurinya siapa dunk?

2006/12/28

On Lagi

Setelah gempa 7,1 SR di Taiwan yang bikin jalur internet macet, akhirnya berhasil upload header baru... Phuiiihhh, leggaaa ;)

2006/09/17

Apa Adanya

Tidak mudah untuk bicara apa adanya di blog seperti ini. Guy Kawasaki, pengarang buku Rules for Revolutioners mengatakan, menulis di blog jangan seperti menulis diary tapi seolah-olah menulis buku atau artikel. Jadi ada gunanya buat yang baca. Dan otomatis pengunjungnya akan makin banyak.

Tapi satu kesulitannya, kadang-kadang ada buah pikiran yang tak bisa diformulasikan dalam bentuk 'layak baca.' Mungkin hanya cemooh, kemarahan, kesedihan atau sekedar angin lewat. Atau mungkin lebih baik yang begituan ditulis di diary personal aja ya? Karena sekali online, maka orang dari kutub utarapun bisa mengakses. Dan celakanya, kadang-kadang orang-orang yang kenal kitapun membacanya.

Lalu muncullah komentar yang miring: Kok kamu sekarang begitu sih? Kenapa pikiranmu jadi picik begitu sekarang? Setelah kubaca tulisanmu di blog ternyata kamu orangnya nggak dewasa.. dst. dst..

So, apakah kita harus nulis yang baik-baik saja di sini? Semuanya kembali pada kita, toh blog yang kita tulis cuma cermin. Dan jika cermin harus dibelah karena muka yang buruk, maka kita tak akan punya cermin lagi.

Dan muka yang burukpun tak berubah jadi baik karenanya...