Footer 1

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label FARMASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FARMASI. Tampilkan semua postingan

2008/08/02

FISIOLOGI DAN PATOLOGIS MAKHLUK HIDUP





1. Fisiologi Mahluk Hidup

a. Berat badan

· 1 ml CCl4 diberikan secara oral dengan dosis berulang, pada orang kurus ketoksikan tidak berefek terlalu besar, sedangkan pada orang gemuk pemberian terakhir memberikan ketoksikan yang fatal/nefrotoksik.

-> Hal ini dikarenakan pada orang gemuk mempunyai kadar lipid yang besar sehingga dengan pemberian dosis berulang CCl4 yang bersifat lipofil akan berikatan dengan timbunan lipid yang menyebabkan pada pemberian semakin lama kadar obat akan tertimbun dan adanya akumulasi (kesetimbangan balik) maka akan terurai kembali, dan menyebabkan kadar ketoksikan besar, yang menyebabkan kemungkinan nefrotoksik.

b. Umur

· Kloramfenikol dosis sebesar 50 mg/kgBB diberikan pada bayi usia 1 atau 2 hari (neonatus), kadarnya di darah adalah 15μg/ml atau lebih selama selang waktu 48jam. Sebaliknya anak-anak berumur 1-11 tahun hanya mempertahankan kadar darah setinggi itu selama 12 jam.

-> Hal ini menunjukan pada neonatus ketoksikan kloramfenikol lebih besar dibanding pada anak usia 1-11 tahun, ini dikarenakan belum sempurnanya berbagai fungsi farmakokinetik tubuh, yakni fungsi biotransformasi hati, fungsi ekskresi ginjal dan kapasitas ikatan protein plasma, serta sawar darah-otak yang belum sempurna, sehingga bioavaibilitas obat lama dan menyebabkan terjadinya rawan ketoksikan. Selain itu, terdapatnya peningkatan sensitifitas reseptor terhadap beberapa obat yang menyebabkan terjadinya respon yang berlebih/efek toksik kloramfenikol pada neonatus tersebut.

c. Suhu tubuh

· Toksisitas digitalis dan striknin berkurang sementara toksisitas amfetamin bertambah.

-> Hal ini mennjukkan pengaruh perubahan tekanan barometric pada zat kimia tampaknya terutama oleh beubahnya tekanan oksigen, bukan karena efek tekanan secara langsung. Efek suhu terhadap besar dan lamanya respon tampaknya berhubungan dengan reaksi biokimia yang bergantun suhu, yang berperan dalam menimbulkan efek dan bio transformasi bahan kimia itu.

d. Kecepatan pengosongan lambung

Pada saat kita makan maka akan terjadi absorbsi obat yang sedikit, sedangakan jika lambung dalam keadaan kosong maka obat akan terabsorbsi secara menyeluruh ini dikarenakan fungsi makanan adalah untuk membantu supaya mengabsorsi obat sedikit demi sedikit sehingga sesuai dengan dosisnya

e. Kecepatan aliran darah

f. Status gizi

· Heksobarbital dan aminopirin mengalami detoksifikasi oleh enzim MFO yang menyebabkan ketoksikan lebih besar pada tikus dan mencit yang kekurangan nutrisi.

-> Hal ini dikarenakan adanya defisiensi asam-asam lemak esensial yang terkandung dalam nutrisi makanan, sehingga menekan aktifitas enzim MFO yang merupakan sistem oksidase fungsi campur mikrosom yang mengkatalis biotransformasi utama toksikan.

g. Kehamilan

· Tikus hamil lebih rentan terhadap aktifitas karsinogenik etilnitrosuria yang merupakan tumor ganas yang tampak berasal dari trofoblas yang dapat menyebabkan kematian secara cepat.

h. Jenis kelamin

· Heksobarbital menginduksi tidur lebih lama pada tikus betina daripada tikus jantan.

-> Hal ini menunjukan lama kerja heksobarbital yang lebih pendek pada tikus jantan daripada tikus betina, yang dikarenakan pada tikus jantan mempunyai lebih tingginya aktifitas enzim-enzim mikrosomal hati yang mengkatalis hidroksilasi zat kimia yang terkandung dalam heksobarbital, sehingga terjadinya ketoksikan lebih besar pada tikus betina daripada jantan.

i. Iramasir kardial

Ø Gas CO dan metana dapat menganggu ketersediaan oksigen sehingga proses metabolisme dan kerja jantung terganggu. Digoksin dapat meningkatkan kekuatan kontraksi miokardium yang dapat memacu tacikardi (cepatnya irama detak jantung). Dan jika berlebihan maka akan berakibat fibrilasi atrium atau ventrikel, yaitu kontaksi yang berlebihan tanpa diikuti pemompaan darah.

j. Diurnal

§ Logam Cd ++ menganggu proses reabsorbsi protein dari tubulus sehingga dapat menyebabkan proteinuria

§ Asam oksalat yang berasal dari metabolit etilen glikol dapat berubah menjadi Ca-Oksalat yang terlarut dalam tubulus sehingga menyebabkan nevrotoksik.





2. Patologis Mahluk Hidup

a. Penyakit saluran cerna

· Pemberian obat digoksin pada orang yang mempunyai penyakit diare/gastroenteritis, menyebabkan efek/respon obat digoksin tersebut menurun.

à Hal ini disebabkan adanya penurunan waktu transit obat dalam saluran cerna, sehingga waktu obat untuk melarut dan jumlah obat yang di absorbsi juga turun yang akan berpengaruh pada proses berikutnya. Oleh karena itu, efek obatpun menurun.

b. kardiovaskuler

· Pemberian obat lidokain pada orang yang mempunyai penyakit gagal ginjal, akan mengakibatkan intoksikasi/toksisitas.

à Hal ini dikarenakan, penyakit gagal jantung mengurangi volume distribusi obat dan alir darah ke hepar dan ginjal untuk eliminasi obat, sehingga kadar obat di dalam darah tinggi, yang akan menimbulkan efek yang berlebihan/efek toksik.

c. ginjal

· Pemberian obat digoksin pada orang yang mengalami gagal ginjal menyebabkan toksisitas yang tinggi.

à Hal ini dikarenakan dengan adanya penyakit ginjal akan mengurangi ekskresi obat aktif dan metabolitnya yang aktif sehingga akan meningkatkan kadarnya di dalam darah dan jaringan, sehingga efek yang ditimbulkan akan berlebih dan menimbulkan ketoksikan.

d. hati.

· Pemberian kloramfenikol dan niridazol pada penderita serosi akan menyebakan depresi sumsum tulang dan toksisitas SSP tinggi.

à Hal tersebut dikarenakan dengan adanya penyakit serosis menyebabkan berkurangnya metabolisme obat oleh hati dan sintesis protein oleh plasma sehingga akan meningkatkan kadar obat, terutama kadar bebasnya dalam darah dan jaringan. Akibatnya terjadi respon yang berlebih/efek toksik dari pemberian kloramfenikol. Selain itu, penyakit serosis ini dapat meningkatkan sesitivitas reseptor di otak terhadap obat niridazol, yang merupakan obat pendepresi SSP. Sehingga adanya kadar obat dalam darah yang terlalu tinggi menyebabkan efek toksisitas.

2008/05/13

Bakteri Patogen

Neisseriae
l
Morfologi :

Diplokokkus Gram Negatif, diameter 0,8 µm
Non motil, tak membentuk spora

lIdentifikasi :

Pada media kaya (MH, Thayer Martin) : koloni mukoid cembung, mengkilat, menonjol, diameter 1-5 mm.
warna koloni transparan atau kekuning2an.

don't worry be happy..........
klo blom jelas?? ato masih pusing.....
silahkan anda download disini:
http://www.ziddu.com/download.php?uid=aK6ZmpSuarObluKnZaqhkZSqYqucl5Wu5


FLUIDITAS SERBUK/GRANUL

FORMULASI DANTEKNOLOGI SEDIAAN PADAT

SERBUK adalah:
  • Terdiri dari sekumpulan partikel.
  • Didalam kesatuannya tiap partikel cenderung untuk bergulir kebawah sesuai dengan gaya beratnya.
  • Gerakan partikel dihambat oleh friksi antar partikel, atau friksi antara partikel dengan dinding hopper.

Serbuk bukan merupakan massa yang kontinyu, tetapi berupa kumpulan partikel yang terpisah.
SIFAT ALIR / FLUIDITAS SERBUK TIDAK DAPAT DINILAI ATAS KARAKTER INDIVIDUAL PARTIKEL.

Parameter fluiditas serbuk selalu bersifat empiris dan tidak merupakan suatu harga pasti yang dapat dihitung dari persamaan matematis yang dijabarkan dari sifat individual partikel.

agar temen2 lebih dapat memahami.....
download here.........
http://www.ziddu.com/download.php?uid=cq6alJencLCbnJisa%2FiblJStZqqekZWoaw%3D%3D9


FARMASETIKA

•Background: membicarakan inkompatibilitas dan interaksi obat
•Kompetensi: mampu mendeteksi dan mengoreksi inkomp dan interaksi obat dlm resep.

neh merupakan bahan kuliah FARMASETIKA 2, jadi......
bagi temen2 yang ingin mengetahui secara terperinci, silahkan download disini:
http://www.ziddu.com/download.php?uid=YrKanZusZa6dmpitr6yZlJyiYa%2BWlZen1

makasih ya......???

INKOMPATIBILITAS

1. INKOMPATIBILITAS KIMIA

Reaksi pengendapan
Reaksi asam basa
Reaksi redoks
Reaksi perubahan warna

2. INKOMPATIBILITAS FISIKA
Immiscibility (tidak campur)
Insolubility (tidak larut)
Praecipitation (pengendapan)
Liquefaction (pelelehan)
Solidification (pembentukan gel)

PENGATASAN

Modifikasi urutan pencampuran
Penambahan bahan pelarut
Memperbesar volume
Pembuatan Emulsi
Pembuatan suspensi
Penambahan/ pengurangan bahan
Pemisahan bahan obat

Komunikasi dan Edukasi Obat

Komunikasi dan Edukasi Obat
Verbal and Non verbal Communication
Barrier Communication
Empathy Listening


Komunikasi
Komponennya :
1. The Sender
2. The Message
3. The Receiver
4. Feedback
5. Barriers
Nonverbal vs verbal Communication
Komunikasi nonverbal : melibatkan kebiasaan, respon psikologis dan interaksi sosial
Behavioral scientist : that 55-95% of all that we communicate can be attributed to nonverbal sources

Element of Nonverbal Communication
Kinesics (Body Movement)
: Posisi lengan, kaki, kepala, wajah
: Kontak mata
: Relaxed posture
intinya adalah:"Bagaimana sebaiknya ‘tingkah’ kita di hadapan pasien/konsumen? "

Element of Nonverbal Communication (2)
Environmental Nonverbal Factors
: a private consulting area
: the colors used in the pharmacy’s décor
: the lighting
: the use of space
intinya adalah:"desain ruang/counter resep"

Element of Nonverbal Communication (3)
Distracting Nonverbal Communication
: Kontak mata dengan pasien
: Ekspresi wajah
: Posisi tubuh
: Tone of voice (Pilihan kata)
intinya adalah:"gunakan bahasa yang berempati"

"Yang perlu diperhatikan:
Satu komunikasi non verbal (gerak tubuh, dll) bisa berarti banyak
Jangan terlalu cepat menafsirkan bahasa nonverbal seseorang/pasien"

Contoh kasus :
During his first externship experience in a community pharmacy, a pharmacy student, Jane, was assigned the task of receiving new prescriptions from patients. Jane wanted to the patients and was looking forward to the opportunity of talking with them about their problem. One day Mr. Stevens approached the prescription counter to have his prescription for levodopa refilled.
Lanjutan…
Jane, who did not realize that Mr. Stevens had Parkinson’s disease, noticed that his hands were shaking a lot and comment, “Oh, I see you are a bit nervous today, Mr.? What’s the matter ?”.
Jane observed a nonverbal message (rapid hand movement) from Mr. Stevens and assigned a wrong meaning to it.
Barrier Communication
Environmental barriers
Personal barriers
Patient barriers
Administrative and Financial barriers
Time barriers
Environmental barrier
Counter resep yg terlalu tinggi --. Memisahkan pasien – farmasis
Crowded, noisy prescription area
>>>> privasi
Kehadiran staf apotek lain di antara farmasis - pasien
Personal barriers
Karakteristik seseorang
Tdk PD
Derajat sosial
Keterbukaan pasien utk sharing problem
Budaya (cross cultural)
Ketakutan pada situasi sensitif  pasien kanker, ketergantungan obat
Persepsi bhw komunikasi dg px adl hal yg tdk penting
Patient Barriers
Ketidakpercayaan px pd farmasis
Persepsi px ttg kondisi kesehatannya

PENATALAKSANAAN DIIT PADA ANAK DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA)

Oleh :Sri Kinetika Marhaeni, SST


ISPA adalah infeksi primer naso faring dan hidung yang sering mengenai bayi dan akan-anak

Penyebab Penyakit ISPA adalah Virus. Masa menular beberapa jam setelah gejala timbul 1-2 hari sesudah gejala hilang. Komplikasi timbul akibat invasi sekunder bakteri patogeni seperti pneumokokus, streptokokus, haemofilus influenza atau stafilokokus.
FAKTOR PENCETUS:

  • KELELAHAN
  • GIZI BURUK
  • ANEMIA
  • KEDINGINAN
GEJALA YANG DITIMBULKAN:
  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin-bersin
  • Anoreksia
  • Demam
  • Mengik
  • Ronkhi basah
  • Nyeri otot
  • Pusing
  • Suara Parau
Perhitungan berat badan ideal:

BBI = 2n + 8 ; n = Umur dalam tahun

status berat badan= BBA/BBI x100%

Kurang 90% = status gizi kurang
90 – 110% = normal
110 – 120% = over weight
Lebih 120% = Obesitas

PENATALAKSANAAN DIIT
Diit yang diberikan pada penderita ISPA adalah diit tinggi kalori tinggi protein.
Tujuan
Memberikan makanan lebih banyak dari pada keadaan biasa untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat.
Mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.
Menambah berat badan hingga mencapai normal.

SYARAT-SYARAT
Tinggi energi dengan diberikan secara bertahap mulai dari 50 sampai 150 kkal/Kg BB untuk memenui kebutuhan tubuh yang meningkat.
Tinggi protein 2,5 – 4 gram/Kg BB untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan mempercepat penyembuhan.
Cukup vitamin dan mineral.
Mudah cerna
Diberikan secara bertahap bila penyakit dalam keadaan berat.
Pemberian dengan porsi kecil tapi sering
Makanan yang dapat mengurangi nafsu makan seperti kue yang manis dan gurih tidak diberikan dekat sebelum makan.

CARA PEMBERIAN
Porsi makanan biasa di tambah dengan makanan pokok lauk pauk dan susu.
Berikan makanan dengan porsi kecil dan sering (setiap 2 jam sekali).
Bentuk makanan disesuaikan kemampuan penderita.
Makanan tidak merangsang.
Menu menarik dan variatif
Ciptakan suasana yang menyenangkan
Berikan makanan dengan penuh kesabaran
Jumlah energi untuk diit TKTP berkisar 1700 sampai 2500 kalori dengan protein 60-93 gram untuk sehari.

CONTOH MENU
Pagi : Nasi tim
Omelet telur
Tempe bacem
Ca sayuran
Susu
Jam 10.00 Kacang Hijau

Siang : Nasi tim
Bestik bola daging
Sup tahu & sayuran
Buah
Jam 16.00 Puding susu
Sore : Nasi Tim
Semur hati ayam
Sate tempe
Sayur bening
Buah

Jam 21.00 Susu
Biskuit

MAKANAN YANG HARUS DIBATASI
Makanan yang terlalu berbumbu seperti kue-kue manis dan goreng-gorengan
Makanan yang merangsang seperti ; krupuk pedas dan makanan ringan lainnya
Sayuran mentah seperti kol, sawi dsb.
Buah yang bergas seperti nangka, durian dan sebagainya.

2008/05/09

Gagal Jantung Kongestif

“SUATU SINDROM YANG DAPAT MELIBATKAN VENTRIKEL KANAN ATAUPUN KIRI ATAUPUN KEDUA-DUANYA”
Gejala Klinik
Takhikardia, Sesak Nafas, Penurunan Toleransi Gerak Oedema Perifer dan Oedema Paru, Cardiomegali.

silahkan anda download disini, untu menambah perpustakaan pengetahuan anda!!
http://www.ziddu.com/download.php?uid=YqqZm5qtZ7GemZTzY6qZnJGlZqeZnZ2qYg%3D%3D1

Suspensi

Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Syarat suspensi adalah tidak cepat mengendap, bila digojog terdispersi kembali.

keterangan lebih lanjut tentang suspensi pada bidang farmasi dapat anda download disini :
http://www.ziddu.com/download.php?uid=bKqfl5inZa%2BeluKnZKqhkZSqYauZm5qu4

ASIDI-ALKALIMETRI

Dibedakan : - dalam lingkungan air

- dalam lingkungan bebas air

Dasar Reaksi: H+ + OH- à H2O

Teori Asam-Basa

Arrhenius : - Asam, Senyawa Menghasilkan H+

contoh : HCl, HBr, HNO3, H2SO4

- Basa, Senyawa Menghasilkan OH-

contoh : KOH, NaOH, NH4OH

Bronsted : - Asam, Senyawa Melepaskan Proton

- Basa, Senyawa Menangkap Proton

Lewis: - Asam, Penerima Pasangan Elektron

- Basa, Pemberi Pasangan Elektron

Contoh = :NH3 + BF3 ==== H3N:BF3


Untuk keterangan lebih lanjut.....
silahkan download disini:
http://www.ziddu.com/download.php?uid=bK2fmpyoba6glpettKyZlJyiZq%2BWlZSr6

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETOKSIKAN

  1. FAKTOR INTRINSIK MAHLUQ HIDUP
  2. BERAT BADAN
  3. UMUR
  4. JENIS KELAMIN

pembahasan lebih lanjut akan dikupas disini:
http://www.ziddu.com/download.php?uid=aq2al5uuaq2fmZett6yZlJyiaa%2BWlJ2r9
silahkan download.........
makasih???

KROMATOGRAFI.

PENGERTIAN DASAR
vKromatografi yang terdiri dari dua suku kata chromos (zat war-na dan graphos (gambar), gambar zat warna ditemukan pertama kali oleh seorang botanis dari Rusia pada pemisahan zat kimia dari tanaman.
vSebenarnya kromatografi merupakan alat pemisah yang berbeda dengan cara pemisahan yang berdasar kimia dan fisika atau pemisahan cair-cair.
vPemisahan yang terjadi kromatografi juga menggunakan dua fase yang tidak tercampur tetapi selalu dalam satu sistem yang bercampur, yang dinamakan fase gerak dan fase diam yang umumnya berupa zat padat atau zat cair yang didukung oleh zat padat.

silahkan download disini:
http://www.ziddu.com/download.php?uid=YrCamp2sZKyhmZWnr6yZlJyiYa%2BWlJ2t1
untuk lebih memahami........
tengkyu...??


Biotransformasi Mikrobia

Definisi

Metabolism (biotransformation) can be defined as enzymatic conversion of natural and chemically synthesized product, into substance having specifically modified structure.

Drug metabolism is generally considered as a detoxification process leading to the formation of more polar substances, which are easily excreted from the organism.

Interestingly, in some cases, the metabolism of a drug can lead to the formation of pharmacological or toxicological active compound. Hence, the understanding of drug metabolism plays an important role in the development of new drug entities.

Contoh
1. STEREOSELECTIVE SYNTHESIS IN CYCLIC b-KETOESTERS [19-21]

Synthesis of chiral alcohols (active form) from cyclic b-ketoesters which are important precursors for a large number of pharmaceuticals (lactones and epoxides) is met through the microbial transformation, despite tremendous scientific and technical advances. By using microorganisms either their yield can be increased or in some cases one can obtain only a single stereoisomeric derivative which is impossible by synthetic means.

2008/05/06

BIOAVAILABILITAS DAN BIOEKIVALENSI

ISTILAH :
Bioavailabilitas ( Ketersediaan hayati ):
Kecepatan (rate) dan Banyak (extent) obat diabsorpsi dari produk obat menjadi tersedia pada tempat aksinya.
Bioekuivalensi :
Perbandingan bioavailabilitas formulasi dan produk obat yang berbeda atau batch yang berbeda untuk produk obat yang sama

ISTILAH
Bioequivalence requirement. A requirement imposed by FDA for in vitro and/or in vivo testing of specified drug products, which must be satisfied as condition for marketing.
Bioequivalence drug products. This term describes pharmaceutical equivalent or pharmaceutical that display comparable bioavailability when studied under similar experimental conditions.
Pharmaceutical alternatives. Drug products that contain the same therapeutic moiety but as different salts, esters, or complexes.
Pharmaceutical equivalents. Drug products in identical dosage forms that contain the same active ingredients), are the same dosage form, use the same route administration, are identical in strength or concentration.
Pharmaceutical substitution. The process of dispensing a pharmaceutical alternative for prescribed drug product.

ISTILAH
Therapeutic alternative. Drugs products containing different active ingredients that are indicated for the same therapeutic or clinical objectives.
Therapeutic equivalent. Drugs products are considered to be therapeutic equivalent only if they are pharmaceutical equivalent and they can be expected to have the same clinical effect and safety profile when administered to patients under the conditions specified in the labeling.
Therapeutic substitution. The process of dispensing a therapeutic alternative in place of the prescribed drug product.

Prinsip Dasar Penelitian Bioavailability

Menentukan rancangan percobaan
Seleksi subyek penelitian
Pemilihan sampel
Penentuan metode analisis kadar
Penentuan dosis pemberian
Penentuan banyaknya dan lama pengambilan sampel
Analisis hasil dan evaluasi

COMBUTIO

Identifikasi
Kulit merupakan organ tubuh yang sangat penting. Ia merupakan struktur tubuh yang terbesar dan merupakan penyatu dari bagian-bagian tubuh. Oleh karena itu, kulit memainkan peran yang sangat signifikan dalam tubuh. Sama pentingnya dengan sistem lainnya dalam badan.
Luka bakar ialah trauma pada kulit yang disebabkan oleh panas tinggi. Ketika berhadapan dengan luka bakar, terdapat beberapa hal yang mesti kita telusuri, yaitu:
• Bagaimana terjadinya luka bakar ?
• Berapa luas luka bakar yang terjadi?
• Berapa kedalaman luka bakar?
• Di mana lokasi/tempat terjadinya?
• Siapa penderitanya?
Ada lima mekanisme timbulnya luka bakar:
1. Api: kontak dengan kobaran api.
2. Luka bakar cair: kontak dengan air mendidih, uap panas, dan minyak panas.
3. Luka bakar kimia: asam akan menimbulkan panas ketika kontak dengan jaringan organik.
4. Luka bakar listrik: tidak terlalu sering terjadi di Indonesia. Bisa timbul dari sambaran petir atau aliran listrik. Luka bakar listrik memiliki karakteristik yang unik, sebab sekalipun sumber panas (listrik) berasal dari luar tubuh, kebakaran/kerusakan yang parah justru terjadi di dalam tubuh.
5. Luka bakar kontak : kontak langsung dengan obyek panas, misalnya dengan wajan panas atau knalpot sepeda motor. Hal ini sangat sering terjadi di Indonesia.
Berapa luas luka bakar yang terjadi. The International Burns Chart akan membantu kita menentukan luas luka bakar yang terjadi. Dapat kita hitung total body surface area (TBSA). Luka bakar yang terjadi pada daerah muka dan leher jauh lebih berbahaya daripada luka bakar di tungkai bawah.
Pasalnya, luka bakar di tempat ini dapat berakibat pada terjadinya pembengkakan di daerah leher. Maka, kita mesti sangat waspada terhadap timbulnya obstruksi jalan napas.
Dengan alasan itu, daerah wajah dan leher mendapat persentase yang lebih besar daripada tungkai bawah. Penentuan luas luka adalah hal yang sangat subyektif.
Selalu dianjurkan untuk menggunakan angka perkiraan yang lebih tinggi. Jadi, jika Anda memperkirakan luas luka bakar yang terjadi berkisar antara 20-25 persen, gunakanlah angka yang lebih besar (25 persen). Jangan sekali-kali under estimate.
Bertahun-tahun lamanya disepakati penentuan kedalaman luka bakar menggunakan degree system (sistem derajat). Luka bakar diklasifikasi menjadi derajat 1, 2, dan 3. Kadang-kadang digunakan pula istilah derajat 4 pada kulit yang hangus terbakar mirip arang. Klasifikasi tersebut ialah :
- Luka bakar derajat 1 = superficial burn. Luka bakar permukaan yang tidak terlalu serius dan hanya mengenai lapisan kulit bagian atas. Sering kali disertai pembentukan vesikel (gelembung berisi cairan).
- Luka bakar derajat 2 = partial thickness burn (luka bakar parsial). Artinya luka bakar mengenai sebagian dari ketebalan kulit. Luka bakar dengan kedalaman ini sering kali disertai dengan rusaknya struktur di bawah kulit, seperti folikel rambut, kelenjar sebaseus (minyak), atau jaringan kolagen.
- Luka bakar derajat 3 = full thickness burn. Luka bakar mengenai seluruh ketebalan kulit. Struktur di bawah kulit pun sering kali mengalami kerusakan. Sekalipun demikian, kulit tidaklah lenyap, musnah, atau hilang, tetapi rusak.
- Luka bakar derajat 4 = hitam bagai arang, nekrotik.
Sebagian besar luka bakar merupakan kombinasi dari ketiga derajat di atas. Pada bagian pinggir sering kali terjadi luka bakar superfisial, sementara pada pusatnya, pada tempat terjadinya kontak, timbul parsial atau full thickness burn. Penentuan derajat luka bakar yang terbaru ialah tidak dengan "20 persen luka bakar derajat 3", tetapi "estimasi/perkiraan 20 persen luka bakar campuran superficial dan full thickness burn".
Lokasi luka bakar
Luka bakar dapat terjadi di dalam maupun di luar tubuh. Jalan napas pun dapat terbakar. Sebagaimana dijelaskan di atas, daerah kepala dan leher mendapat persentase yang lebih besar karena luka bakar di lokasi tersebut memiliki dampak yang lebih serius. Hal yang sama juga berlaku pada daerah tangan.
Luka bakar seluas 20 persen yang terjadi di tungkai bawah tidak akan menyengsarakan penderitanya sebagaimana jika lokasinya di daerah tangan. Lebih-lebih posisinya di tangan kanan yang fungsinya sangat esensial untuk aktivitas sehari- hari
Siapa penderitanya (umur pasien, berat badannya, status kesehatannya).
Sebagai contoh, luka bakar pada bayi atau lanjut usia jauh lebih serius daripada luka bakar dengan luas yang sama terjadi pada laki-laki usia 20 tahun.
Ketika masuk ke bagian terapi, hal pertama yang mesti kita tentukan ialah mengevaluasi apakah yang kita hadapi adalah luka bakar mayor. Disebut luka bakar mayor jika luasnya 20-30 persen parsial atau full thickness burn. Luka bakar mayor merupakan tindakan emergency. Penderitanya mesti segera dikirim ke pusat perawatan luka bakar (burn center) dan mesti dirawat inap.




Problem medis luka bakar mayor tidak hanya pada persoalan kulit. Sistem tubuh lainnya pun ikut terkena dampaknya. Pembuluh darah kapiler akan mengembang dalam upaya mengirim berbagai bahan/ tentara pertahanan tubuh. Selain itu pula terjadi perembesan darah ke luar pembuluh.
Peristiwa ini akan berefek pada kerja jantung, pembuluh limfa, hati, pankreas, dan berbagai sistem lainnya di dalam tubuh. Karena itu, luka bakar mayor mesti selalu dipandang sebagai kasus emergency. Kita mesti menghubungi bank darah, memeriksa laboratorium, menyiapkan fresh frozen plasma, dan sebagainya. Jika yang kita hadapi tidak termasuk ke dalam kriteria luka bakar mayor, kita dapat segera memberikan terapi.
Pertolongan pada Luka Bakar
• Luka bakar ringan dapat dikompres dengan handuk yang terlebih dahulu dibasahi air dingin atau air yang mengalir.
• Jangan gunakan batu es atau air dingin untuk mengompres luka bakar. Cukup dengan air biasa untuk mengurangi panas pada kulit.
• Hindari olesan mentega maupun odol untuk mengurangi kontak infeksi akibat reaksi panas yang ditimbulkan.
• Pada masa penyembuhan, usahakan tidak menggaruk bekas luka. Hal tersebut menimbulkan luka cacat/parut di kulit.
• Hindari kontak sinar matahati pada masa penyembuhan, karena mengakibatkan jaringan kulit baru rusak.
• Segera ke Unit Gawat Darurat bila terjadi luka bakar pada muka, sendi atau alat kelamin. Atau telah mengalami gangguan sesak napas akibat kebakaran.



Perawatan
Terdapat tiga prioritas penting dalam perawatan luka bakar ringan.
• Selalu dahulukan tindakan medis dan bedah. Sebagai contoh dalam menghadapi seorang pasien yang mengalami kesulitan bernapas, prioritas pertama kita ialah mengatasi masalah pernapasan. Baru setelah pernapasannya stabil, kita bergerak ke problem kulit.
• Setelah tuntas dengan urusan emergency, baru kita berupaya mempertahankan bentuk dan fungsi bagian tubuh yang terkena luka bakar.
• Prioritas berikutnya ialah upaya menciptakan penampakan jaringan parut sebaik mungkin. Hal ini merupakan problem utama dari pasien-pasien luka bakar. Upaya terpenting yang bisa dikerjakan ialah dengan pemberian tekanan di atasnya selama 6-12 bulan.
Pasien dapat menunggu terjadinya pertumbuhan kulit baru. Penantian ini umumnya memakan waktu yang lebih lama. Alternatif yang lebih cepat ialah dengan skin graft (cangkok kulit).
Cara ini dikerjakan dengan mengambil kulit dari suatu bagian tubuh yang kemudian ditanam pada daerah yang memerlukan. Lokasi pengambilan (donor site) biasanya di daerah paha karena daerah ini lebar dan gampang sembuh. Agar pertumbuhan terjadi, dibutuhkan beberapa syarat.
Kulit donor haruslah kulit yang sehat. Lokasi resipien (tempat donor ditanam) mesti memiliki jaringan pembuluh darah yang baik. Jika tidak, kulit donor tidak akan bisa tumbuh. Setelah kulit donor diletakkan, satu-satunya hal yang mesti dikerjakan ialah membiarkannya!
Jangan memberi tekanan apa pun! Kita hanya melindungi cangkok tersebut dan menantinya tumbuh. Umumnya pertumbuhan akan terjadi dalam 4-7 hari! Jika pada akhir hari ketujuh kulit tak juga tumbuh, boleh dikata graft Anda gagal! Kedalaman luka bakar juga menjadi pertimbangan penting. Graft tidak umum dikerjakan untuk luka bakar superficial. Kunci sukses lainnya ialah skill (kemampuan) dokter bedah yang mengerjakan graft ini.
Jika luka bakar seorang pasien demikian luas, sampai ia tak lagi memiliki bagian yang bisa dijadikan donor, anggota keluarga dapat mendonorkan kulitnya. Tentu saja mereka mesti memiliki golongan darah yang sama.
Kabar yang cukup mengagetkan ialah dimanfaatkannya kulit babi sintetis sebagai alternatif donor di negeri Barat. Sekali lagi, tanpa graft pun luka bakar akan sembuh. Namun, cara ini akan memakan waktu panjang. Dengan kata lain, graft merupakan cara penyembuhan yang paling cepat.
Eschar
Ketika luka bakar terjadi, tubuh berupaya untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Badan akan mengerahkan seluruh darah dan antibodi ke lokasi luka bakar. Proses ini dapat menyebabkan terbentuknya eschar.
Eschar ialah jaringan parut palsu. Ia bukanlah kulit sejati, tetapi menyelimuti luka bagaikan lapisan kulit. Eschar merupakan jaringan mati yang terdiri dari sel-sel kulit yang mengelupas. Karena ia tak hidup, ia tak bernapas dan tidak memungkinkan lalu lintas keluar masuknya bahan-bahan ke bagian dalam kulit.
Dengan kata lain, apa saja yang kita oleskan di atasnya akan nongkrong begitu saja, tidak meresap ke bagian dalam kulit. Salep antibiotika tidak akan menembus masuk. Karena itu, obat ini tidak akan menimbulkan efeknya. Eschar juga menghalangi pertumbuhan sel-sel kulit sehat dari bagian bawah kulit. Dengan alasan-alasan tersebut, eschar mesti dihilangkan.
Eschar mesti dikelupas, tindakan yang dalam bahasa medik dikenal dengan nama debridemen. Ada dua cara debridemen, yaitu debridemen mekanis dan kimia. Sebagaimana namanya, pada debridemen mekanis dilakukan upaya pembuangan eschar oleh seorang ahli bedah di kamar operasi
Sementara secara kimia digunakan salep silver sulfadiazine (SSD), flammazine, atau dermazine. Kandungan aktif di dalam salep ini ialah silver (perak) yang mempunyai kemampuan mengelupas kulit. Setelah eschar berhasil dilenyapkan, dokter dapat melakukan graft.
Sering tidak mudah untuk menentukan derajat luka bakar, khususnya pada hari-hari pertama (2-3 hari). Tidak jelas betul seberapa kedalaman luka bakar. Banyak dokter yang dengan serta-merta mengoleskan salep antibiotika.
Tiga hari kemudian baru ketahuan, ternyata luka bakarnya lebih dalam dari perkiraan. Karena alasan ini, tiap kali berhadapan dengan luka bakar, maka bahan pertama yang mesti kita oleskan ialah krim SSD. Baru kemudian luka kita periksa setiap hari
Setelah 2-3 hari, barulah kita memiliki gambaran yang lebih tepat tentang kondisi luka dan terapi apa yang mesti diberikan. SSD selalu dijadikan pilihan pertama karena salep ini juga mengandung antibiotika di dalamnya. Di samping silver yang melakukan fungsi debridemen.
Kandungan antimikroba SSD memiliki waktu paruh 12 jam. Ini berarti ia mesti dioleskan dua kali sehari. Untuk luka bakar kecil, pemakaian 1 kali sehari masih bisa ditoleransi.
Pertumbuhan
Setelah eschar dilenyapkan, apa yang terlihat ialah jaringan granulasi. Maka, kita tinggal menunggu jaringan tersebut tumbuh dan menyembuh. Agar pertumbuhan terjadi, kita harus berupaya membuat lingkungan yang optimal, yaitu:
• tidak terjadi pengelupasan
• tidak terjadi infeksi
• lingkungan mesti dipertahankan dalam keadaan lembab.
Ada tendensi untuk membiarkan luka dalam keadaan terbuka. Hal ini merupakan tindakan yang salah. Sebab, lingkungan yang kering akan merangsang terbentuknya sisik/ kerak pada permukaan kulit yang tidak memiliki lapisan-lapisan sebagaimana jaringan kulit sehat.
Luka-luka bakar tersebut akan sembuh, tetapi dibutuhkan kesabaran. Mengobati pasien luka bakar sungguh membutuhkan kesabaran. Anda harus menunggu kulit tubuh untuk tumbuh kembali.


DIARE
Diare (Mencret) adalah Berak encer (biasanya 4 x atau lebih dalam sehari), kadang-kadang disertai:
- Muntah
- Badan lesu atau lemah
- Panas
- Tidak nafsu makan
- Darah dan lender dalam kotoran
Diare dapat disebabkan oleh:
1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
2. Allergi terhadap makanan atau obat tertentu
3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti:
o Campak
o Infeksi telinga
o Infeksi tenggorokan
o Malaria, dll
Diare (mencret) terutama pada Balita Sangat Berbahaya. Karena dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan.



Kematian akibat diare (mencret) dapat dicegah.
Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja.
Apa yang harus dilakukan saat anak diare?
1. Lakukan observasi awal penyebab diare. Apakah menu makanan menyebabkan anak diare?Jika akibat menu makanan atau keracunan, diare berfungsi membantu tubuh mengeluarkan zat beracun atau yang membahayakan tubuh.
Untuk itu diare jangan dicegah dengan minum obat anti diare akan tetapi dijaga agar tubuh tidak dehidrasi dengan jalan perbanyak intake cairan.Selama masih ada zat didalam tubuh yang beracun, si kecil butuh mengeluarkannya berulang2 nah kalo dikasih obat anti diare udah pasti donk diarenya berhenti akan Obat anti diare akan menyebabkan zat beracun tidak tuntas dibuang dan ibarat bom waktu suatu waktu zat tersebut dapat meledak dan membahayakan anak.
2. Anak penderita diare ringan tetap dapat mengkonsumsi makanan biasa, termasuk susu. ASI tetap dapat diberikan.Jika anak terlihat kembung setelah minum susu sapi atau formula, hubungi DSA. Diskusikan kemungkinan mengganti susu. Biasanya susu yang digunakan yaitu susu free-lactose (FL).Cairan khusus (pengganti cairan tubuh) umumnya belum diperlukan pada anak penderita diare ringan.
3. Anak penderita diare sedang dapat dirawat di rumah dengan pengawasan ekstra dan petunjuk dari DSA-nya.DSA biasanya menginformasikan berapa banyak cairan khusus yang perlu diminum dan jarak pemberiannya, jenis makanan yang dapat dikonsumsi (biasanya makanan lunak dan tanpa serat). ASI tetap dapat diberikan.Beberapa anak tidak dapat mencerna susu sapi saat diare. Hentikan jika anak Anda mengalami hal ini. Cairan khusus (umum disebut oralit – meskipun oralit sebenarnya adalah merk dagang) telah dibuat sedemikian rupa untuk menggantikan cairan dan garam elektrolit yang hilang selama diare. Cairan ini sangat bermanfaat sekali untuk perawatan diare ringan hengga diare sedang.
4. Untuk diare berat dengan gejala-gejala dehidrasi berat harus diberi cairan infus. Gejala dehidrasi berat antara lain seperti frekuensi buang air kecil yang menurun, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, demam tinggi, rongga mulut kering, berat badan turun, mata cekung, haus dan lemas luar biasa.Laporkan pada DSA jika diare disertai keluarnya darah, tidur yang tidak dapat dibangunkan, dan demam tinggi.Anak tetap dapat diberikan makan saat tidak muntah dalam porsi sedikit.
Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan).
Tanda-tandanya:
- Berak cair 1-2 kali sehari
- Muntah tidak ada
- Haus tidak ada
- Masih mau makan
- Masih mau bermain
Tindakan:
- Untuk mencegah dehidrasi, beri anak minum lebih banyak dari biasanya
- ASI (Air Susu Ibu) diteruskan
- Makanan diberikan seperti biasanya
- Bila keadaan anak bertambah berat, segera bawa ke Puskesmas terdekat

Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang.
Tanda-tandanya:
Berak cair 4-9 kali sehari- Kadang muntah 1-2 kali sehari
Kadang panas
Haus
Tidak mau makan
Badan lesu lemas

Tindakan:
- Berikan oralit
- ASI (Air Susu Ibu) diteruskan
- Teruskan pemberian makanan
- Sebaiknya yang lunak, mudah dicerna dan tidak merangsang
- Bila tidak ada perubahan segera bawa kembali ke Puskesmas terdekat.

Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat.
Tanda-tandanya:
- Berak cair terus-menerus
- Muntah terus-menerus
- Haus sekali
- Mata cekung
- Bibir kering dan biru
- Tangan dan kaki dingin
- Sangat lemah
- Tidak mau makan
- Tidak mau bermain
- Tidak kencing 6 jam atau lebih
- Kadang-kadang dengan kejang dan panas tinggi
Tindakan:
- Segera bawa ke Rumah Sakit / Puskesmas dengan fasilitas Perawatan
- Oralit dan ASI diteruskan selama masih bisa minum

Takaran pemberian Oralit.

Umur Jumlah Cairan
Di bawah 1 thn 3 jam pertama 1,5 gelas selanjutnya 0.5 gelas setiap kali mencret
Di bawah 5 thn (anak balita) 3 jam pertama 3 gelas, selanjutnya 1 gelas setiap kali mencret
Anak diatas 5 thn 3 jam pertama 6 gelas, selanjutnya 1,5 gelas setiap kali mencret
Anak diatas 12 thn & dewasa 3 jam pertama 12 gelas, selanjutnya 2 gelas setiap kali mencret (1 gelas : 200 cc)

Dimana Oralit dapat diperoleh:
Oralit dapat diperoleh di Puskesmas, Posyandu, Apotik dan Toko Obat
Jangan membuat sendiri cairan oralit
Takaran dan kandungan dari oralit sangat kompleks. Akibatnya mungkin saja tanpa sengaja anda salah membuatnya. Gunakan cairan yang dibuat oleh beberapa perusahaan farmasi terpercaya.
Contoh jenis-jenis produk cairan rehidrasi yg umumnya terdapat di apotek antara lain Pedialyte (Ross Laboratories), Infalyte (Mead Johnson Nutritionals), ReVital (PTS Labs). Tanyakan apoteker jika Anda memerlukan bantuan.
Jika anak tidak muntah, secara umum cairan dapat diberikan sampai jumlah urin anak kembali normal.
Penyakit Diare dapat ditularkan melalui:
- Pemakaian botol susu yang tidak bersih
- Menggunakan sumber air yang tercemar
- Buang air besar disembarang tempat
- Pencemaran makanan oleh serangga (lalat, kecoa, dll) atau oleh tangan yang kotor.


Bagaimana mencegah penyakit diare:
Penyakit diare dapat dicegah melalui:
1. Pemberian ASI (Air Susu Ibu)
2. Pemberian makanan pendamping ASI yang bersih dan bergizi setelah bayi berumur 4 bulan.
Apa yang JANGAN dilakukan saat anak diare?
1. Membuat cairan khusus sendiri, kecuali atas petunjuk DSA dan Anda memiliki alat-alat yang dibutuhkan.
2. Melarang anak makan saat ia lapar
3. Menggunakan susu yang direbus atau kaldu/sup asin.
4. Menggunakan obat anti diare, kecuali atas instruksi DSA.
PENYAKIT INFEKSI OLEH VIRUS HIV
Apakah AIDS itu ?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. Acquired artinya didapat, jadi bukan merupakan penyakit keturunan, immuno berarti sistem kekebalan tubuh, deficiency artinya kekurangan, sedangkan syndrome adalah kumpulan gejala.
AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Padahal, penyakit-penyakit tersebut misalnya berbagai virus, cacing, jamur protozoa, dan basil tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal. Selain penyakit infeksi, penderita AIDS juga mudah terkena kanker. Dengan demikian, gejala AIDS amat bervariasi.

Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus HIV (Human Immuno-deficiency Virus). Dewasa ini dikenal juga dua tipe HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2. Sebagian besar infeksi disebabkan HIV-1, sedangkan infeksi oleh HIV-2 didapatkan di Afrika Barat. Infeksi HIV-1 memberi gambaran klinis yang hampir sama. Hanya infeksi HIV-1 lebih mudah ditularkan dan masa sejak mulai infeksi (masuknya virus ke tubuh) sampai timbulnya penyakit lebih pendek.
Perjalanan Penyakit
Setelah terinfeksi HIV, 50-70% penderita akan mengalami gejala yang disebut sindrom HIV akut. Gejala ini serupa dengan gejala infeksi virus pada umumnya yaitu berupa demam, sakit kepala, sakit tenggorok, mialgia (pegal-pegal di badan), pembesaran kelenjar dan rasa lemah. Pada sebagian orang, infeksi dapat berat disertai kesadaran menurun. Sindrom ini biasanya akan menghilang dalam beberapa mingggu. Dalam waktu 3 – 6 bulan kemudian, tes serologi baru akan positif, karena telah terbentuk antibodi. Masa 3 – 6 bulan ini disebut window periode, di mana penderita dapat menularkan namun secara laboratorium hasil tes HIV-nya masih negatif.
Setelah melalui infeksi primer, penderita akan masuk ke dalam masa tanpa gejala. Pada masa ini virus terus berkembang biak secara progresif di kelenjar limfe. Masa ini berlangsung cukup panjang, yaitu 5 10 tahun. Setelah masa ini pasien akan masuk ke fase full blown AIDS.
Gejala Penyakit AIDS
Gejala penyakit AIDS sangat bervariasi. Berikut ini gejala yang ditemui pada penderita yang dirawat atau pun yang berobat jalan di RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo.

Gejala Jumlah Prosentase (%)
Panas lebih dari 1 bulan 44 100
Batuk-batuk 40 90
Sariawan dan nyeri menelan 37 84,4
Badan menjadi kurus sekali 36 81,1
Diare 33 75
Sesak napas 20 45,4
Pembesaran kelenjar getah bening 14 31,8
Kesadaran menurun 9 20,4
Penurunan ketajaman penglihatan 7 15,9
Bercak ungu kehitaman di kulit 5 11,4


Gejala penyakit AIDS tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati, karena dapat merupakan gejala penyakit lain yang banyak terdapat di Indonesia, misalnya gejala panas dapat disebabkan penyakit tipus atau tuberkulosis paru. Bila terdapat beberapa gejala bersama-sama pada seseorang dan ia mempunyai perilaku atau riwayat perilaku yang mudah tertular AIDS, maka dianjurkan ia tes darah HIV.

Penyakit yang Sering Menyerang Perilaku AIDS
Dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, penderita menjadi lebih mudah terserang penyakit infeksi maupun kanker. Bahkan penyakit-penyakit inilah yang sering menjadi penyebab kematian penderita. Infeksi yang timbul karena melemahnya kekebalan tubuh ini disebut infeksi oportunistik. Sebagian besar penyakit infeksi yang timbul merupakan reaktivasi (pengaktifan kembali) kuman yang sudah ada pada penderita, jadi bukan merupakan infeksi baru. Sementara itu, untuk infeksi parasit/jamur tergantung prevalensi parasit/jamur di daerah tersebut.
Berikut penyakit yang ditemukan pada penderita yang dirawat atau pun berobat jalan di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.

Penyakit Jumlah Prosentasi (%)
Kandidiasis oral dan esofagus 37 84,1
Tuberkulosis paru/ekstrapulmoner 19 43,2
Infeksi virus sitomegalo 15 34,1
Pneumonia rekurens 14 31,8
Ensefalitis toksoplasma 8 18,2
Pneumonia P. Carinii 6 13,6
Infeksi virus herpes simpleks 4 9,1

Pengobatan

Walau belum ada obat penyembuh AIDS, namun telah ditemukan beberapa obat yang dapat menghambat infeksi HIV dan beberapa obat yang secara efektif dapat mengatasi infeksi. Jadi sebagian besar masalah klinik dapat diobati, kualitas hidup dapat diperbaiki dan harapan hidup dapat ditingkatkan.Pada umumnya pengobatan penderita AIDS dapat dibagi menjadi 3 yaitu pengobatan terhadap HIV, pengobatan terhadap infeksi oportunistik, dan pengobatan pendukung seperti nutrisi, olahraga, tidur, psikososial, dan agama.
Penularan Penyakit AIDS
Biaya pengobatan penyakit ini amat mahal, padahal hasilnya pun masih belum memuaskan, karena itu akan lebih baik mencegah timbulnya penyakit ini bila dibandingkan mengobati. Untuk melakukan upaya pencegahan perlu diketahui bagaimana cara penularan penyakit ini.
Pada prinsipnya penularan penyakit ini dapat melalui hubungan seksual, parenteral, dan perinatal. Kendati efektifitas penularan seksual sangat kecil dibandingkan jalur penularan lain, yaitu berkisar 0,1 – 1 %, tetapi karena frekuensi kejadiannya sangat besar maka prosentase penularan HIV secara seksual akhirnya menjadi sangat besar.
Berikut cara penularan pada 446 kasus AIDS di Indonesia (data sampai 30 November 2000).

Cara Penularan Jumlah Prosentase (%)
Hubungan seksual 325 82,87
Pengguna narkotika suntik 78 17,49
Perinatal 6 1,34
Tranfusi darah 4 0,01

Bagaimana Mencegah Penularan Seksual?
Kenyataan di atas menunjukkan bahwa mendidik masyarakat agar berperilaku secara bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi khususnya dalam masalah seks merupakan pencegahan penularan yang paling efektif.
Untuk mencegah penularan seksual sebaiknya hindari hubungan seksual di luar pernikahan dengan siapa saja dan hindari hubungan homoseksual. Hindari hubungan seksual dengan tuna susila (wanita maupun lelaki) meskipun di daerah yang dikatakan bebas AIDS. Kita tidak dapat mengetahui apakah seseorang mengidap AIDS dari penampilannya saja. Orang yang terinfeksi virus AIDS seringkali merasa sehat dan dari luar tampak sehat.
Minuman alkohol seringkali menyebabkan seseorang kurang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, menyebabkan seseorang tidak dapat berpikir jerinih bahwa hubungan di luar nikah melanggar aturan agama dan lebih mudah menularkan AIDS dan berbagai penyakit hubungan seksual lain. Untuk alasan yang sama, hindari nonton film porno.
Bila tidak bisa menghindari hubungan seks di luar pernikahan, gunakan kondom. Penggunaan kondom ini paling tidak dapat mengurangi kemungkinan penularan penyakit ini.

Bagaimana Mencegah Penularan Melalui Jarum Suntik?
Hindari suntikan obat apa pun, kecuali bila amat perlu. Bila memang harus disuntik, pakailah jarum suntik sekali pakai atau jarum suntik yang telah disterilkan dengan baik dan benar. Untuk pecandu narkotika, jangan sekali-kali memakai jarum suntik bekas orang lain.
Penutup

Mencegah lebih baik daripada mengobati, merupakan kata bijak yang sampai sekarang masih relevan. Demikian juga dengan masalah penyakit AIDS ini. Apalagi mengingat jumlah penderita penyakit ini meningkat pesat, maka hendaknya semua pihak mulai menaruh perhatian dalam upaya pencegahan penyakit ini agar dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga jumlah penderita tidak terus menerus membengkak.