Footer 1

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

2011/09/24

Sedekah Sambil Berharap…Why Not?

Ust. Yusuf Mansur    
Monday, 06 June 2011 04:05 
Bolehkah sedekah sambil berharap? Banyak orang yang mencibir terhadap orang yang bersedekah karena berharap kepada Allah. Apakah kita tidak ikhlas hanya karena beribadah sedekah dan berharap akan kebenaran janji-Nya?

Persoalan meminta sama Allah itu bukan persoalan ikhlas atau tidak ikhlas. Itu persoalan ibadah. Meminta adalah do’a. Silahkan saja sedekah tanpa berharap. Tapi kalau sedekah sambil berharap, maka dapat dua ibadah; pahala sedekah dan pahala berharap. Namun kita tidak boleh memaksa, hanya boleh meminta dan berharap.Dan bukanlah disebut meminta dan berharap, kecuali yakin bahwa apa yang diminta dan yang diharap adalah bisa dikabulkan. Ilmu penyertanya adalah sabar, tawakkal, juga ikhlas. Termasuk ikhlas bila Allah tidak mengabulkan. Husnudzan kepada Allah adalah seninya. Yakinlah Allah Maha Tahu apa yang terbaik.

Sementara itu, mengikuti seruan-Nya, percaya akan janji-Nya; yang akan mengganti 2x, 10x, 700x, lebih banyak lagi, atau mengganti dengan yang lebih baik, adalah juga sebuah keutamaan. Tauhid itu. Percaya sekali sama Allah.

Saking percayanya ya kita ikuti seruannya. Dan apa sebutannya kalo bukan ikhlas juga? Nyari duit setengah mati, tiba-tiba ketika datang tawaran bersedekah dari Allah dengan janji akan dilipatgandakan-Nya, lalu kita percaya? Hingga kita menyerahkan semuanya? Apa gak di sebut ikhlas tuh? Bahwa kemudian jangan meminta hanya dunia, itu betul.

Minta juga ampunan-Nya, keselamatan dari-Nya, kasih sayang-Nya, bisa hafal qur’an, bisa istiqomah, bisa tambah sehat. Pengetahuan akan ilmu konversi juga penting. Sesiapa yang sedekah 1 di kali 10. Lalu sepuluhnya gak dapet, pertanyaannya: benarkah gak dapat? Apakah itu dikarenakan bodohnya kita?

Sesungguhnya Allah sudah membalas. Hanya balasannya kita gak paham hingga bertambah ilmu kita dan hikmah. Juga ketika kita baik sangka. Subhanallah, betapa rahasia ilmu Allah itu luas sekali. Belum lagi kalau bicara bahwa ternyata bayaran Allah itu terus dan terus. Kita anggap udah gak akan dibayar lagi. Ternyata setelah kita malah lupa sama do’a kita, eh Allah tetep kabulkan. Rupanya, “panen” pertama, bukan ke apa yang kita minta. Sementara kita bersabar, rupanya tanaman kita panen yang kedua, ketiga, dan seterusnya hingga sampailah pada apa yang kita minta.

Waba’du, meminta kepada Allah, tidaklah salah. Demikian juga berharap dari-Nya. Gak sedekah aja, boleh meminta, boleh berharap. Apalagi dengan bersedekah, tambah boleh meminta, tambah boleh berharap.
 

Sesiapa yang berdo’a dengan amal soleh sebagai pendahuluannya, jelas akan lebih bertenaga do’anya. Dan amal soleh itu banyak, sedekah adalah hanya salah satunya. Begitupun do’a. Do’a akan menjadi pendorong yang hebat buat sedekah.

Jangan hanya bersedekah. Tapi juga berdo’a. Di rawat itu sedekah dengan do’a. Jangan ditinggal begitu saja. Meskipun saya yakin, seperti biji cabe, yang di aurin (dibiarin) aja dia tumbuh, namun jika dirawat, dikawal, hingga ia tumbuh banyak dan bagus, adalah sebuah keutamaan yang lain adanya. Selamat menuntut ilmu terus, terus, dan terus. Hingga sampai kepada hikmah yang kita mintakan dari Allah datangnya. Amin.

Emang juga diam aja Allah udah akan aturin. Tapi kita ga dapet pahala do’a. Bahkan do’a itu kepalanya ibadah. Jika ibadah, ibadah doangan, kaga berdo’a, maka kita hanya ampe leher. Itu ibadah ga ada kepalanya. Dengan berdo’a, itu menyatakan kelemahan kita juga di hadapan Allah Yang Begitu Kuasa. Sekaligus pernyataan-pernyataan menghamba, penuh harap, menjadikan Allah sandaran, dan lain-lain. Masya Allah dah. Rugi mereka yang ga mau berdo’a. Sedang do’a sendiri adalah sebuah ibadah tersendiri.
 

Dan bahkan do’a adalah perintah Gusti Allah langsung. Ayat-ayat tentang do’a tidak hanya di satu ayat. Tapi di banyak ayat. Dan tidak ada do’a yang tidak dikabulkan kecuali ia menjadi pengampunan buat yang berdo’a, menjadi penolak bala, dan disimpan sebagai kebaikan yang lain dari hal yang tidak diminta. Nah, apakah yang tidak berdo’a bakalan dapat keistimewaan yang berdo’a? Tentu saja tidak. 

Salam, Yusuf Mansur

Tulisan dikutip dari: http://www.sedekah.net/artikel/152-sedekah-sambil-berharapwhy-not.html
Foto pinjem dari: http://www.madinaprima.info/wp-content/uploads/2011/07/Ust-Yusuf-Mansur-MadinaPrimaInfo.jpg

2010/12/16

Person of The Year 2010 Time Magazine

Mark Zuckerberg
Selamat ya Bro, keren bener ente udah ngetop padahal belum tua. Jangan lupa makan-makan, jangan cuma say tenkiu di wall doang ya. Kapan-kapan kumaen ke tempatmu deh. Masih yang di tempat lama kan? Atau udah pindah? Wis gak papa, nanti kucarinya via google map, atau nanya-nanya satpam yang biasa nongkrong ama pedagang siomay di perempatan itu. Oya, salam buat Pakde yaa :) Sejak gak bikin coding, ngapain aja doi? Btw, ternyata di facebook ada aplikasi dari Majalah Time untuk Person of The Year. Kucobain dulu yach :) 

2010/03/30

Renungan Indah WS Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini
hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja

Image pinjem dari http://fsyofian.files.wordpress.com/2009/08/ws-rendra.jpg

2009/12/30

Mengantar Gus Dur Pulang

Selamat jalan, Gus. 

Bukan asisten atau paspamres yang mengawalmu lagi, tapi ribuan malaikat Allah yang takjub atas kebesaran jiwamu.

Banyak pelajaran yang telah kau bagikan saat hidupmu bersama kami, makin banyak gagasan dan pelajaran yang kau wariskan setelah kau pergi. Beristirahatlah dengan tenang setelah mewakafkan ...seluruh pikiran, waktu dan seluruh umurmu bagi negeri ini, negeri yang tak kunjung dewasa menyikapi perbedaan, negeri yang tak kunjung sadar bahwa perbedaan adalah rahmat bukan alasan pertikaian.

Dari yang saya rasakan beberapa hari terakhir, Malaikat Izrail 'seolah' membocorkan rahasia-Nya sehingga Gus Dur tahu  bahwa waktunya telah dekat.

Sekitar dua minggu sebelum wafat, Gus Dur telah membaca tanda-tanda itu dan mengikuti kata hatinya. Maka diapun pulang ke Jombang untuk berziarah ke makam beberapa kyai besar. Saat balik dari Jombang ke Surabaya, sesampainya di Mojokerto ia minta balik lagi ke Jombang karena merasa wajib lapor dulu ke Kakeknya Hasyim Asy'ari. Allah meminjamkan tenaga dan kesehatannya di hari mendatang, sehingga Gus Dur nampak lebih bugar. Ia pun tak mau dirawat di RS Dr. Soetomo Surabaya. Ia tahu tak banyak waktu lagi. Bahkan saat dirawat di RSCM, sempat-sempatnya ia minta diantar ke kantor PBNU untuk menengok dan serah-serahan NU sama Pak Hasyim Muzadi. Ia selesaikan semua urusan dunianya karena Allah memberikannya cukup waktu. Gus Dur telah menunaikan semua tugasnya di dunia fana ini.

Tidak semua kita mendapat keistimewaan itu: tahu kapan akan dipanggil-Nya sehingga sempat siap-siap. Bukan karena kita tak selevel Gus Dur, tapi karena kita masih harus mengajar maqam (level) totalitas perjuangan Gus Dur dalam menegakkan kalimat Allah dengan cara-cara yang begitu demokratis dan berbudaya. Gus Dur bepergian ke seluruh pelosok negeri dan menyapa jutaan warganya laksana memiliki kebugaran fisik dan kekuatan super, padahal kita semua tahu banyak kekurangan dalam kesehatannya. Semangat dan ketabahan luar biasa yang tak mungkin bisa dijalani jika ia bukan Gus Dur.

Insya Allah, khusnul khatimah adalah balasan terbaik bagi orang besar ini yang baru saja meninggalkan kita semua di RSCM Jakarta, 30 Desember 2009, 18.45 WIB waktu berita-berita nasional masih sibuk menyiarkan peristiwa George Aditjondro 'mengeplak' Ramadhan Pohan dalam diskusi buku Membongkar Gurita Cikeas, Skandal Century, Prita vs Omni Internasional, Luna Maya vs infotainment dan semacamnya.

Dibandingkan apa yang telah disumbangkan Gus Dur untuk bangsa ini, rasa-rasanya segala hiruk pikuk kasus dan pertikaian yang sedang rame di media saat ini: sungguh tidak ada apa-apanya. Laksana jutaan buih yang riuh tapi tak bisa dibandingkan dengan satu hantaman gelombang besar yang memecah karang di pantai.

Semoga kami bisa lanjutkan cita-cita muliamu itu dan saat waktunya tiba kelak, kami pasti menyusulmu. 


2009/02/01

Tribute to Wedding Danan & Putri


Wong Ndeso Kondangan (lihat kadonya)

Dari desa mencium bau kota, semua kado asli dari kebun orang

Gerombolan Petakumpet setelah kenyang makan lalu pulang

Sang Penjaga Teh

Langlang menyumbangkan lagunya Tompi 'Saya Bundar'

Bima menyumbangkan keberaniannya menyanyikan lagu instrumentalia

Yang berbahagia Danan & Putri, Selamat ya.. :)

2009/01/16

Udah Baca Sex After Dugem?



Saya beli buku itu masih kinyis-kinyis saat Seminar Highlight di ISI Jogja, mungkin saat belum beredar di seluruh Indonesia. Buku Mas Budiman terbaru ini rasanya lebih 'wild', kalo di Jogja kayak makan oseng-oseng mercon.. OOM (singkatan dari Oseng-Oseng Mercon, lho kok malah panjang) dijamin keringatan, mata melotot dan terjaga sepanjang malam saking pedesnya! Jadi jika Anda berfikir bahwa dunia periklanan itu hanya seputar presentasi, meeting, brainstorm dan complaint klien: pake dulu sabuk pengaman sebelum mulai membaca.

Buku Mas Bud ini sengaja keluar jalur industri periklanan dengan manisnya, menerjang jalan yang penuh batu kerikil, off road di jalanan kreatif karena ide-idenya meluber kemana-mana.
Buku ini membantu saya menemukan teman yang percaya bahwa kreatif itu bukan hanya soal kerjaan, iklan, bikin headline atau body copy. Kreatif itu sebaiknya - maaf - seharusnya bisa menjadi the way of thinking dan selanjutnya menjadi the way of live.

Buku ini mengajarkan bagaimana hidup ugal-ugalan tapi bertanggung jawab. Tetap gila ya Mas Bud, dunia periklanan kita berhutang ide-ide kreatif pada kenekadan Mas Bud untuk jadi berbeda! Untuk tetap kreatif dimanapun saja. Congratz:)

2008/11/02

Pengurus PPPI DIY & Sultan HB X


Ketua PPPI DIY, Drg. Eddy Purjanto menyampaikan beberapa buku karya praktisi periklanan Indonesia, yang sebagian besar ditulis oleh orang-orang Jogja

Ah yaa, seremoni foto barengan gini emang perlu buat release ke media kan?

2008/07/01

Farewell Bill, See You in a Better World


Source pict: www.microsoft.com

2008/05/31

Mr. SGM di JEC




Hari itu Jumat, 30 Mei 2008 saat untuk pertama kalinya saya melihat aksi Mr. SGM live di JEC pada acara pameran Komik Gramedia di JEC. Presentasi teman akrab masa kecil ini dibanjiri oleh hadirin, semua kursi hampir sepenuhnya terisi. Hanya selama 2 jam presentasi berlangsung, karena emang maksudnya cuma preview sekaligus warming up untuk launching bukunya yang diterbitkan Gramedia Juni ini Super Great Memory.
Irwan yang saya kenal, telah berubah begitu dahsyat. Sekarang ia jagoan presentasi: sesuatu yang tak pernah saya lihat dari SD bahkan SMP. Sosoknya yang pendiam dan kutu buku, selain penggemar pelajaran hitung-menghitung (matematika, fisika dan sejenisnya) telah mengalami metamorfosa yang luar biasa. Dia dengan sangat komunikatif bisa mengajak audiensnya tertawa, bergerak dengan penuh semangat, membuat mereka berani dan ya.. menularkan antuasiasme yang meledak-ledak agar audiensnya mau menghargai kedahsyatan otaknya masing-masing.
Dari tidak bisa menghafal 10 kata acak yang ditulis urut, Irwan mampu membuat audiensnya menghafal 40 kata secara urut tanpa salah dengan metode Super Great Memory-nya. Pemegang Rekor Muri untuk daya ingat ini akan hadir lagi di Jogja besok 14 Juni 2008. Tentu dengan durasi yang lebih panjang, tak sekedar 2 jam. Anda yang tertarik mengikuti silakan hadir, infonya ada di image di bawah postingan ini.
Hari itu saya belajar banyak. Irwan telah membuktikan satu hal yang telah lama saya yakini: kita akan berubah sesuai keyakinan kita. Pikiran kita itulah blue print masa depan kita. Apa yang terjadi dengan diri kita itu bagian dari masa lalu: baik atau buruknya.
Hari ini kita bisa berubah. Seperti yang saya kutipkan dari dialog di film Vanilla Sky-nya Tom Cruise: setiap menit yang kita miliki adalah kesempatan untuk merubah masa depan kita. Inilah peluang yang sepenuhnya ada di tangan kita, bukan di tangan yang lain.
Kita bisa jadi apa saja, modalnya ya keyakinan yang diwujudkan dengan tindakan. Setiap menitnya, setiap detiknya. Kita bisa manfaatkan atau justru kita hanya akan lewatkan begitu saja.

2008/03/20

Tribute to Mr. Jobs


What can I say? You deserve it, Mr. Jobs. Congratulations :)
(Image from www.fortune.com)

2008/03/11

Mengapa Warren Buffet Terkaya?


Tolong koreksi saya jika salah, insting saya mengatakan bahwa naiknya kekayaan Warren Buffet secara signifikan sebesar 25% sehingga mengungguli Carlos Slim dan Bill Gates semata-mata karena kesediaannya berbagi yang luar biasa tahun kemarin. Persisnya sebesar 85% dari total kekayaannya. Ini adalah filantropi terbesar di dunia, bahkan lebih besar dari Bill Gates. Jadi wajar saja dengan matematika Tuhan yang tak terbatas nilainya, nilai saham dan nett income Berkshire Hathawaypun melonjak tinggi sementara krisis bursa efek sedang bertamu di Amerika dan seantero Eropa. Saat semua perusahaan tambah miskin, Berkshire Hathaway malah kinclong. Saat perusahaan lain mengetatkan ikat pinggang dan mengurangi pengeluaran tahun kemarin, Buffet malah menyumbangkan hampir semua kekayaannya.
Dan lihatlah hasilnya yang bagai bumi dan langit, now The Old Man is now The Richest Man on This Planet. Congratz Kakek Buffet, terima kasih telah kau ajarkan sekali lagi rahasia untuk menjadi kaya luar biasa - ilmu yang dipahami oleh para alkemis - yang begitu sederhana: mulailah dengan berbagi...

2008/03/02

Mr. Super Genius Memory


Coba baca tulisan ini sejenak:
PEMEGANG REKOR MURI: PRIA INDONESIA PERTAMA YANG MAMPU MENGINGAT 1 ( SATU ) SET KARTU DALAM WAKTU 1 MENIT 48 DETIK.

Satu lagi pemenang dalam kompetisi daya ingat yaitu Irwan Widiatmoko adalah pria Indonesia yang mampu mengingat 1 (satu) set kartu dalam waktu 1 menit 48 detik, pada tanggal 24 Oktober 2002.

Dan, keajaibannya adalah: manusia super ajaib ini teman akrab saya sejak SD dan SMP di Rembang dulu. Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan kegembiraan saya saat menemukan sahabat yang seolah hilang ditelan waktu, dan tahu-tahu: ada sms nyelonong dari Mr. SGM ini saat sedang maen ke teman SD saya satunya lagi yang juga sukses Yaqut Cholil Qoumas (sekarang Wakil Bupati Rembang).

Ok, sedikit mengenang sejarah. Saat SD itu hampir tiap beberapa hari sekali saya maen ke tempat Irwan, yang paling sering karena pengin makan jambu atau maen tulup-tulupan. Juga belajar kelompok. Saat mendaftar di SMP 2 pun kami termasuk sekelompok anak yang berangkat mendaftar sendiri tanpa ditemani orang tuanya. "Ditemenin kayak anak kecil aja", begitu pikiran 'nggaya' masa kecil dulu.

Belajar kelompok pun berlanjut sampai SMP, dan kebetulan anggotanya emang serius belajar. Setiap jadualnya belajar, saya sering jalan kaki dari rumah nenek ke ke rumahnya sekitar 20 menit. Saya sudah agak lupa siapa-siapa anggotanya dulu selain saya dan Irwan, sepertinya ada Sri Hardiono (Mr. Panjul), aduh siapa lagi ya lainnya. Tapi saya yakin Mr. Super Genius Memory masih mengingat mereka semua, gak kayak saya yang lebih pas disebut Mr. Super Lupa Mengingat ini.

Dan kitapun lulus SMP dengan nilai aman, di atas rata-rata (mungkin karena banyak vitamin dari jambu yang sering kita makan langsung sambil nangkring di atas pohon, he he he). Tanpa kesulitan, Irwan mendaftar di SMA 1 dan saya di SMA 2. Kita masih sering kontak sampai akhirnya pisah kota saat saya masuk UGM di Jogja dan dia ke ITS Surabaya.

Dan hilanglah dia si anak cerdas dari perjalanan saya sesudahnya, sampai ketika kemarin itu: sudah jadi Super Jenius! Waa saya rak yo seperti mendapat durian runtuh to? Mungkin Rabu atau Kamis ini saya akan ketemu dengannya di Jakarta. Kebetulan barengan ada meeting ADGI .

So, that's the power of the past. Tanamlah kebajikan dimanapun kapanpun, kita tak pernah tahu kapan dan dimana akan menuai. Hal-hal terbaik di masa lalu telah ditanam oleh teman saya ini dan dia telah mulai menuainya. Belajar lagi kepadanya adalah keindahan yang sungguh saya akan syukuri: demi masa kecil yang tak terulang dan masa depan yang penuh keajaiban.
(Source foto: istimewa)

2008/01/09

Aktifis 1993


Just remembering... Saat lulusan SMA dulu (SMA 2 Rembang) saya sempat bikin desain t shirt yang bahan ilustrasinya berasal dari foto temen-temen sekelas (Aktifis = Anak Tiga Fisika). T shirt putih itu udah gak tahu dimana, 15 tahun telah berlalu dan saya semakin gendut jadi kemungkinan jika ketemupun udah gak muat lagi.

Eh, siapa tahu ada yang iseng mampir ke blog ini bisa nostalgia dan kontak-kontakan lg. Coba cari saya yang mana? Fotomu juga yang mana? Saya bisa dihubungi di arief_009@yahoo.com. Mmmm... siapa tahu ada yang pengin jadi Ketua Panitia Reuni Aktifis lagi? Pasti udah banyak yang punya momongan dan asli bakal seru banget jika bisa ngumpul lagi.. Miss that moments so much.. Kadang menengok ke belakang untuk menguatkan langkah ke masa depan sungguh diperlukan. Bukan untuk berhenti di masa lalu, tapi untuk bercermin demi menatap masa depan yang begitu menggairahkan.. See you - again - all my best friends :)

2008/01/04

Ayo Berbuat Baik


Sudah lama saya ingin menulis tentang website ini, tapi kesempatannya baru muncul sekarang. Setelah sebelumnya saling sapa via blog dan email, owner website ini Mas Brian dan web designernya Mas Royo mampir ke kantor saya. Dari Jakarta maen ke Jogja dan alhamdulillah saya kebagian jatah untuk dikunjungi. Lalu kamipun ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon (hayyahh.. bahasa apa ini?) tentang banyak hal: pekerjaan (kebetulan sama-sama di industri komunikasi marketing), manajemen kantor (nah, saya banyak dapet ilmu), kondisi negeri yang masih susah, sedekah dan ya.. tentu saja bagaimana menggiatkan bangsa ini untuk membiasakan diri berbuat baik.
Menurut saya visi ini luar biasa: di saat banyak orang berebut jatah korupsi, balapan membalak hutan, berlomba menyunat bantuan, sewenang-wenang karena kekuasaan, syukurlah masih ada yang berani berfikir dan bertindak berbeda. Untuk lebih detailnya silakan maen aja ke website-nya, banyak testimoni dan tukar pengalaman apa manfaat berbuat baik, tidak hanya buat yang menerima tapi justru buat yang melakukan. Silakan...
Buat Mas Brian, Mas Royo dan temen-temen pengelola website ini dan offline activities-nya: semoga tetap semangat menularkan virus kebaikan ini, tetap sabar untuk semua tantangan yang hadir di sepanjang jalan dan terus bergerak maju.. Hope someday we could do some actions together...

2007/12/21

Support World Silent Day



Saatnya Indonesia maju ke depan menyelamatkan dunia: seharusnya dari dulu begitu!
Hari ini saya beroleh berkah karena desain kampanye World Silent Day alias Hari Nyepi Internasional ternyata dibikin oleh sahabat saya Pak Eko (mantan Creative Head Petakumpet): wahhh, bener-bener bikin bangga! Bukan sekedar karena international taste-nya pada desain ini begitu kuat, tapi justru inilah wujud riil sumbangan dunia kreatif untuk menyentuh hati umat manusia agar care pada bumi tempatnya hidup. Ini juga bukti bahwa Indonesia sangat kuat aspek persaudaraannya: Hari Nyepi berasal dari ritual umat Hindu dan sebagai seorang muslim saya pikir nilai positifnya dalam konteks muamalah (hubungan sosial) luar biasa. Pak Eko-pun pasti juga tak ribut mempersoalkan Islami atau tidaknya ide ini. Jika ini bisa terwujud jadi sebuah gerakan internasional: alangkah bahagianya saya, alangkah bahagianya negeri ini, juga seluruh dunia layak menyambutnya dengan tangan dan hati terbuka.
Semoga dunia international tak menyikapinya secara negatif karena masalah agama, masalah negara pengusulnya (Anda tahu betap tak credible-nya negeri kita di mata dunia), masalah siapa yang bakal dapat nama ataupun masalah tetek bengek teknis lainnya yang remeh temeh tak bermutu.
Negara-negera besar, berhentilah berpikir picik. Please stop being stupid! Please open your eyes and wake up! Intan tetaplah intan meskipun di kubangan kotoran kerbau. Jadi bersiaplah: satu lagi tonggak sejarah sedang ditancapkan anak bangsa khatulistiwa ini untuk sebuah dunia yang lebih baik!

2007/08/02

Telaaaattt...

Ada seorang teman saya di kantor yang - entah kenapa - setiap ada bercandaan fahamnya belakangan dan agak lama. Demi stabilitas dalam negeri, saya akan rahasiakan identitasnya. Sampai-sampai suatu ketika ada yang bilang,"Fulan, kamu itu kalo diajak bercanda hari Jumat, ketawanya baru hari Senin..."

Fulanpun protes,"Lho, kok sampe Senin. Biasanya kan Sabtu udah?" (wajah polos seperti sudah pasrah terus menerus diledek)

Jawaban temannyapun melesat seperti panah menghunjam,"Kan Sabtu ama Minggu kantor kita libur..."

Fulan bengong. Mungkin baru minggu depan dia tahu apa maksud postingan saya ini. Semoga..

2007/06/26

Farewell Henry



May force be with you...

2007/05/24

Tak Terasa Udah Setahun



Rasanya baru kemarin ketemu mereka-mereka ini, berdiskusi riuh sampai tengah malam dan mengagumi kiprah mereka di dunia desain Indonesia. Rasanya baru kemarin saat saya lantang berkata pada Ibu Mar'ie Pangestu agar tidak menyia-nyiakan talenta ajaib para Soe Hok Gie muda Indonesia ini. Agar pemerintah jangan menyesali keputusannya yang salah sehingga kelak baru mau mengenang sumbangsih luar biasa Soe Hok Gie saat yang bersangkutan telah mati. Jangan terlambat lagi setelah seringkali luput membaca potensi. Saat itu Bu Menteri manggut-manggut, tapi saya belum tahu persis apakah beliau setuju atau ngantuk.

Alumnus Finalis IYDEY 2006 ini saya yakin telah makin sukses. Dimuat di majalah-majalah nasional, dikenal bahkan di tingkat Internasional. Sampai 22 Juni 2007 ini akan digelar lagi ajang yang sama hanya beda brand: IYCEY (International Young Creative Enterpreneur of The Year 2007). Saya tidak tahu apakah finalis tahun lalu boleh daftar lagi, terus terang tidak jadi terpilih ke Inggris memang menyisakan hutang impian.

Tapi sudahlah, saya nikmati saja kegagalan tahun lalu itu dengan penuh rasa syukur. Saya masih harus berjalan. Menengok lagi tahun lalu telah menjadi pelajaran berharga sekaligus kenangan yang manis. Saya tidak tahu yang dipikirkan teman-teman saya sesama finalis. Tapi saya berharap mereka jauh lebih sukses sekarang. Saya yakin mereka terus belajar dan berkembang, karena sayapun begitu.

Tapi saya kurang yakin apakah Bu Menteri dan pemerintah sebagai penjaga gawang proses membangun creative economy negeri ini juga belajar. Yang saya tahu, menteri-menteri saat ini pasti sibuk bekerja, apalagi setelah reshuffle kemarin. Jadi waktunya terlalu sempit untuk belajar lagi ke level yang lebih tinggi.

Saya mulai takut bahwa para anak muda super kreatif di masa sekarang nasibnya lebih buruk daripada Soe Hok Gie saat itu. Tapi saya lebih takut lagi jika para decision maker mewarisi penyakit Soekarno ataupun Soeharto ketika semua keran kesempatan tidak disalurkan dan merasa kekuasaannya adalah cermin kebenaran.

Tapi jangan salahkan pemerintah, jangan kambinghitamkan menteri, jangan menurunkan Presiden. Jangan menuding siapapun untuk situasi buruk Indonesia saat ini. Itu bukan solusi. Yang terbaik arahkan telunjuk ke jidat sendiri, ambil cermin dan mulai introspeksi: apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi bagian dari solusi dan bukan memperkeruh masalah.

Toh banyak hal menarik yang bisa dikerjakan sebelum mati menyusul Soe Hok Gie yang asli. Setahun lalu yang saya sampaikan ini pernah jadi topik hangat. Saya menghangatkannya sekali lagi: agar kita semua terbangun dan bukan cuma manggut-manggut.

2006/12/24

Tiger Woods Juga Manusia


(source: www.time.com)

Quotes Before Died


“Tell all I see them on the other side. It wasn't bad, I just want to sleep.”
Martin Toler Jr, January 9 - January 15, 2006

One of the 12 miners who died after an explosion at West Virginia's Sago coal mine, in a scrawled note - found with his body - assuring his family that his final hours were painless.

(source: www.time.com)