Sampai kapan aku mesti menunggu
Nasib berkeping terpenjara alam hidupmu
Terseok melangkahi rentang waktu
Rubuh dan berpeluh untuk seteguk madu
Lalu kapan kuraih cahaya
Tafakkur di balik dinding membara
Berlari merajuti hayat semesta
Tegak menenggak hakikat semesta
Perjalanan ini semakin panjang
Semakin letih tuk kaki merentang
Terengah menengadah bersimbah darah
Kutunggu ruang beradu waktu
Merayap dalam malam yang gemerlap
Aku sendiri berhening dalam makrifat
Rembang Jogja (1993-2009)
2009/10/07
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar